

inNalar.com – Perusahaan tambang batu bara adalah salah satu badan usaha yang terbesar yang ada di Indonesia.
Sesuai dengan namanya, perusahaan tambang batu bara bergerak di bidang pertambangan utamanya batu bara.
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa perusahaan tambang batu bara yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.
Beberapa perusahaan tambang tersebut adalah PT Bumi Resource Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan pt Kaltim Prima Coal (KPC).
Perusahaan tambang batu bara yang akan dibahas dalam artikel ini adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC).
PT Kaltim Prima COal (KPC) berdiri pada tahun 1970 oleh Rio Tinto Indonesia.
Rio Tinto Indonesia sendiri adalah perusahaan milik Conzinc Rio Tinto Autralis (CRA).
Pada tahun tersebut, Rio Tinto Indonesia melakukan kesepakatan dengan British Petroleum (BP).
British Petroleum (BP) sendiri adalah sebuah perusahaan minyak bumi yang berlokasi di London, Inggris.
Baca Juga: Mirip Youtefa di Papua, Jembatan Kali Kuto Habiskan Rp200 M dan Jadi Ikon Jalan Tol Trans Jawa
Kemudian, pada tahun 1982, PT Kaltim Prima Coal (KPC) menandatangani perjanjian PKP2B dengan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) sebagai perwakilan Indonesia.
Setelah menandatangani perjanjian tersebut, tahun 1986, KPC melaksanakan kegiatan eksplorasi pertamanya.
Pada tahun 1989, kegiatan konstruksi dimulai. Kegiatan konstruksi ini memiliki total investasi sekitar US$570 juta.
Setelah itu, pada tahun 1990, penambangan pertama PT KPC dimulai. KPC sendiri berlokasi di Sangatta, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Perusahaan tambang batu bara ini mengelola salah satu pertambangan open-pit terbesar di dunia.
KPC ini mengelola area konsensi pertambangan dengan luas sekitar 84.938 hektar.
Kapasitas batu bara yang KPC produksi bisa mencapai 70 juta ton per tahun.
KPC melayani penjualan batu bara untuk pelanggan domestik maupun internasional.
Walaupun awalnya didirikan oleh perusahaan asal Australia, KPC saat ini sudah menjadi anak perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Kaltim Prima Coal (KPC) juga sudah banyak mendapat banyak penghargaan sejak tahun berdirinya.
Baca Juga: Bendungan di Jawa Tengah Senilai Rp2,060 Triliun Ini akan Menjadi Bendungan Tertinggi di Indonesia?
Contohnya saja pada tahun 2020 lalu, KPC mendapat penghargaan dalam PROPER – Green periode tahun 2019.
Kemudian, pada tahun 2019, KPC memenangkan Subroto Award: Bidang Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Mineral dan Batubara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi