

inNalar.com – Salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang industri energi adalah PT Sele Raya Belida yang merupakan anak perusahaan Sele Raya Group.
Perusahaan ini sendiri aktif dalam berkontribusi di bidang industri energi tanah air selama hampir 20 tahun lamanya.
Sebelumnya, SKK Migas juga sudah melakukan sidak atau inspeksi mendadak terkait proyek Sele Raya Belida atau SRB di Gelumbang, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan.
Melansir dari laman SKK Migas, proses sidak ini telah dilaksanakan pada 29 Desember 2023 lalu oleh Deputi Eksploitasi, Wahyu Wibowo.
Kemudian didampingi pula oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan, lalu Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Januarto.
Proses inspeksi tersebut berjalan dimana Debuti Eksploitasi melihat secara langsung kondisi sumur Sungai Anggur Selatan atau SAS-1 yang sebelumnya telah beroperasi memakai lifting 2000 BOPD.
Saat ini sendiri SKK Migas juga tengah mendorong percepatan lifting migas. Kemudian hasil menunjukkan bahwa PT Sele Raya Belida berhasil meningkatkan produksi minyaknya.
Awalnya hanya 1000 BOPD saja kemudian selama 1 bulan sudah menjadi 2000 BOPD. Percepatan lifting ini sendiri tentu akan berdampak positif bagi Indonesia.
Mengingat saat ini juga telah ditargetkan produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di tahun 2030 nanti.
Baca Juga: Jadwal Turnamen Bulutangkis Bulan Januari 2024: Ada Malaysia Open hingga Indonesia Masters
Percepatan lifting tersebut dilakukan dengan proses re-entry sumur Sungai Anggur Selatan atau SAS-1.
Proses re-entry ini sendiri berupa salah satu metode memasukkan kembali pipa ke dalam sumur yang sama untuk meningkatkan produksi minyak di SAS-1 ini.
Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan monetisasi gas mencapai 2 MMSCFD.
Adapun hasil gas yang dapat segera dilakukan monetisasi ini ditargetkan pada bulan April 2024 mendatang.
Tujuannya sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan gas di daerah Sumatera Selatan.
Dengan begitu, pada tahun 2024 ini ditargetkan akan melakukan pengeboran lagi dalam waktu dekat dan akan melakukan seismik.
Sebelumnya Sele Raya Belida telah ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk menjadi operator Blok Belida, Muara Senim, Sumatera Selatan pada tahun 2004 lalu.
Blok Belida sendiri ada di darat Sumatera Selatan dengan luas permukaan sekitar 678,11 km.
Penemuan minyak pertama di Blok Belida sendiri tepat pada bulan Agustus 2008. Salah satu yang dioperasikan yaitu Lapangan Sungai Anggur.***