

inNalar.com – Pasukan Israel masih berusaha mengalahkan kelompok militan terakhir yang bersembutnyi di beberapa kota.
Hal tersebut ditengarai serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari sabtu.
Pasukan Israel secara aktif memerangi Hamas di delapan lokasi di Israel, setelah negara tersebut secara resmi menyatakan perang.
Hal ini terjadi ketika Pasukan Pertahanan israel mengatakan pagi ini bahwa mereka mengira mereka akan berada di tempat yang lebih baik.
Pasukan Israel bergerak untuk menghancurkan pejuang yang masih berada di kota-kota selatan.
Mereka juga mengintensifkan pemboman mereka di Jalur Gaza dengan jumlah korban tewas mencapai 1.100 orang.
Baca Juga: Pemerintah Israel Himbau Warga Sderot Mengunci Diri di Rumah Seiring Memanasnya Konflik dengan Hamas
Setidaknya 700 orang dilaporkan tewas di Israel dan lebih dari 400 orang tewas di Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defence Forces (IDF) menyatakan pihaknya telah menyerang lebih dari 1.000 sasaran di Jalur Gaza termasuk serangan udara.
Kemudian, ratusan warga Israel disandera oleh Hamas termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia.
Warga sipil Israel ditembak mati di kota-kota, disepanjang kalan raya dan di festival musik techno.
Sementara itu, dewan keamanan PBB memilih untuk tidak mengambil tindakan segera setelah pertempuran darurat.
Amerika Serikat telah meminta seluruh anggota dewan keamanan untuk mengutuk keras serangan teroris keji yang dilakukan oleh Hamas.
Selain itu di Israel Utara, baku tembak singkat dengan kelompok militan Hizbullah Lebanon yang meningkatkan kekhawatiran pertempuran tersebut dapat meluas menjadi perang.
Selama serangan mereka di Israel Selatan, para militan menyeret puluhan tawanan kembali ke Gaza.
Hingga kini, pihak berwenang masih berusaha menentukan berapa banyak warga sipil dan tentara yang ditangkap oleh Hamas dan dibawa kembali ke Gaza.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi