Pertama Kali Sejak Perang Hamas – Israel 7 Oktober 2023, Mesir Membuka Perbatasan Rafah untuk 491 Warga Gaza!

inNalar.com – Kabar terbaru di tengah perang Israel-Hamas, perbatasan Rafah yang berada di antara Rusia dan Gaza telah dibuka.

Perbatasan tersebut dibuka pada hari Rabu, 1 November 2023 dan memungkinkan terjadinya evakuasi dari Gaza ke Mesir.

Pembukaan gerbang Rafah ini baru pertama kali dilakukan sejak terjadinya perang antara Hamas dan Israel tanggal 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Bersejarah! Sudah Ada Sejak Abad 16, Sungai di Kota Solo Jawa Tengah ini Dulunya Jadi Jalur Tranportasi Air

Diketahui bahwa perbatasan tersebut merupakan satu-satunya jalan keluar dari daerah yang terkepung ketika perang berlangsung.

Usai gerbang perbatasan dibuka, sebanyak 491 warga Gaza tampak berbondong-bondong mengungsi ke Mesir pada pukul 07.48 GMT.

Warga yang mengungsi diketahui telah terkepung selama kurang lebih empat minggu ketika suasana perang berlangsung.

Baca Juga: Habiskan Rp850 Miliar, Bendungan di Lampung Timur Proses Konstruksi Pembangunannya Dilakukan oleh….

Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa terjadi kekacauan seperti saling dorong ketika warga menyeberangi perbatasan.

Dilaporkan pula bahwa terdapat 76 penduduk Palestina yang mengalami luka-luka hingga rekannya juga mengungsi ke Mesir.

Sehari sebelumnya, tepatnya di hari Selasa, diketahui bahwa akan ada lebih dari 80 warga Palestina yang terluka dan memasuki Mesir.

Baca Juga: Utuh Beroperasi, Jalan Tol yang Berada di Sulut Ini Disebut Paling Rugikan Perusahaan, Penyebabnya…

Oleh karena itu, telah dirikan rumah sakit lapangan di daerah Sinai, tempat merawat warga Gaza yang terluka.

Tidak hanya itu, untuk menyambut kedatangan masyarakat Gaza yang masuk melalui perbatasan Rafah, sebanyak 10 ambulans telah disiapkan.

Pembukaan perbatasan antara Mesir dan Gaza di tengah perang Hamas-Israel tidak diketahui kapan akan berakhir.

Namun, sisi baik dari dibukanya perbatasan tersebut selain warga Gaza dapat mengungsi adalah air dan obat-obatan diizinkan masuk ke dalam wilayah yang terkepung.

Hingga saat ini diketahui bahwa 491 warga Gaza yang menyeberang ke Mesir beberapa ada yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Tidak hanya itu, terdapat pula beberapa warga pemegang paspor asing serta warga Gaza yang mengalami luka-luka.***

Rekomendasi