

inNalar.com – Sebuah pabrik nikel yang pertama kali di bangun di Indonesia berada di Maluku Utara ini jadi pionir industri.
Bahkan pabrik nikel yang berada di Maluku utara tersebut mampu memproduksi hingga mencapai 240 ribu ton setiap tahunnya.
Tentunya hal tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian di Maluku Utara dan juga indonesia.
Kawasan yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah pabrik megah di Maluku Utara ini berada di Kabupaten Halmahera Selatan.
Lebih spesifiknya lagi pabrik tersebut berada di kawasan Harita Nickel, kawasan tersebut terletak di Pulau Obi.
Pabrik nikel terbesar di Indonesia bahkan masuk kedalam kategori pabrik nikel terbesar di dunia tersebut digunakan untuk memproduksi nikel sulfat.
Perlu diketahui bahwa nikel sulfat yaitu sebagai bahan utama dalam penyusun bahan baku yang digunakan untuk batu baterai kendaraan listrik.
Operasional dari produksi nikel sulfat yang berada di pabrik Maluku Utara tersebut menggunakan sebuah teknologi high pressure acid leaching atau disebut dengan HPAL .
Bahkan dari penyelesaian proyek pembangunan pabrik nikel sulfat terbesar di Indonesia dan dunia merupakan pencapaian yang sangat membanggakan dan juga bersejarah.
Keberhasilan atas proyek pembangunan pabrik sulfat di Maluku Utara merupakan hal yang membanggakan, hal tersebut merupakan sebuah bukti kolaborasi yang dilakukan antara investor lokal dengan investor luar negeri.
Tidak hanya itu pabrik nikel sulfat HPAL yang berada di Pulau Obi ini pengelolahan dan operasionalnya sangat baik.
Hal yang membanggakan lagi pabrik HPAL yang dibangun di luar negeri membutuhkan waktu yang lama hingga bertahun-tahun.
Hal tersebut disebabkan adanya ramp up capacity, tetapi berbeda dengan dengan Indonesia yang menggunakan teknologi baru hanya membutuhkan waktu hitungan bulan saja.
Hanya membutuhkan beberapa bulan saja pabrik nikel sulfat dapat meningkatkan kapasitas dan juga dapat membantu menyongsong pertumbuhan ekonomi yang maju.
Pabrik nikel sulfat pertama di Indonesia ini dioperasikan oleh perusahaan dari PT Halmahera Persada Lygend, perusahaan tersebut afiliasi dari PT Trimegah Bangun Persada, perusahaan termasuk masuk ke dalam grup Harita Nickel.
Izin usaha pertambangan yang diperoleh untuk pengoperasian dari pabrik tersebut sudah didapatkan sejak tahun 2016, perlu diketahui bahwa Harita Nickel jadi pionir di Indonesia dalam hal pengelolaan dan juga pemurnian nikel limonit atau kadar rendah.
Dilansir dari ANTARA, pabrik nikel di yang berlokasi di Maluku utara ini digadang-gadang sebagai pabrik nikel terbesar di dunia. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi