

inNalar.com – Jalan Tol Manado-Bitung, Provinsi Sulawesi Utara merupakan Jalan Tol terpanjang di Pulau Sulawesi.
Jalan Tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara dibangun sekitar pada 2016 dan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 2022.
Jalan Tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara membentang jauh sepanjang 39,90 kilometer.
Pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dibagi menjadi dua tahap/seksi.
Seksi pertama, yaitu dari Manado menuju Airmadidi. Lalu, seksi kedua, yaitu dari Airmadidi menuju Bitung.
Dilansir inNalar.com dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), total dana investasi untuk proyek Jalan Tol ini sebesar Rp8,935 triliun.
Dana tersebut bersumber dari dua sumber, yaitu dari sumber APBN-APBD senilai Rp6,183 triliun dan dari sumber Swasta senilai Rp2,752 triliun.
Sebagaimana mengutip informasi resmi dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Jalan Tol yang merupakan proyek KPBU ini memiliki dua tujuan utama.
Tujuan pertama untuk mendukung mobilitas kendaraan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yakni Super Prioritas Manado-Bitung-Likupang.
Tujuan kedua, yaitu menyediakan kemudahan dalam mengakses barang dan jasa menuju Pelabuhan Internasional Bitung.
Selain itu lokasi Jalan Tol ini cukup strategis, karena lokasinya dekat dengan beberapa tempat wisata.
Tempat-tempat wisata tersebut, di antaranya ada Air Terjun Parom, Pantai Serena, Bukit Pulisan, dan sebagainya.
Jalan ini juga dijadikan sebagai jaringan Jalan Tol Trans Sulawesi yang mulanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam, kini hanya butuh 35 menit saja.
Di balik keuntungan tersebut, ternyata proyek ini disaat sedang pembangunan sempat mengalami kendala klasik, yaitu pembebasan lahan tanah, seperti dikutip pada informasi resmi dari DPR RI.
Oleh sebab itu PT Jasamarga Manado-Bitung Terus melakukan berbagai upaya.
Ada satu contoh upaya yang dilakukan oleh PT ini, yaitu bisa mempertahankan Mata Air Aer Ujang, yakni sumber air bersih di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Pada dasarnya Mata Air Aer Ujang bukan hanya dijadikan sumber air saja, tapi bagi para warga Danowudu, Mata Air Aer Ujang adalah tempat bersejarah.
Pembangunan Jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini dikerjakan dengan skema KPBU dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga.
PT Jasa Marga pun meletakkan 65 persen saham di Jalan Tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara.
Selain itu, dua PT lainnya juga turut, seperti PT Wijaya Karya sebanyak 20 persen dan PT PP (Persero) Tbk sebesar 15 persen. ***