

inNalar.com – Bendungan merupakan infrastruktur yang sangat penting, terutama untuk keperluan irigasi dan energi listrik di suatu daerah.
Juga dapat meningkatkan produksi pertanian, mencegah banjir, dan juga tidak jarang untuk pariwisata.
Umumnya bendungan dibuat dengan tanah dan batu, namun seiring perkembangan zaman, bendungan kini sudah banyak dibangun menggunakan beton agar lebih kuat menahan tampungan air.
Bendungan Landongi adalah bendungan pertama dari tiga bendungan yang dibuat di Provinsi Sulawesi Tenggara, bendungan ini terletak di Kabupaten Kolaka Timur.
Sedangkan untuk bendungan kedua di Sulawesi Tenggara adalah Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe yang sekarang dalam proses pembangunan.
Dan untuk bendungan yang ketiga adalah Bendungan Pelosika yang masih akan direncanakan untuk proses pembangunan, dan direncanakan untuk membendung Sungai Konawe.
Bendungan ini dibangun di aliran Sungai Ladongi yang dapat menampung hinggga 36,25 juta meter kubik air. Dengan luas genangan air mencapai 119,8 hektar area.
Pada 2016 Bendungan Ladongi ini pertama kali dibuat oleh Kementerian PUPR bersama PT. Hutama Karya dan kontraktor swasta PT. Bumi karsa.
Terdapat dua paket pengerjaan bendungan ini, yang pertama pada 2016 hingga 2020 dan paket kedua yang diadakan pada 2019 hingga 2021.
PT. Hutama Karya menggunakan sistem yang bernama Lean Construction, sistem ini berguna untuk mengindentifikasi pemborosan dan meningkatkan value pembangunan.
Pada akhir tahun 2021 lalu bendungan ini akhirnya rampung dan menghabiskan biaya APBN sekitar Rp 1,14 triliun, dan pada 28 Desember 2021 Presiden Jokowi melakukan kunjungan dan meresmikan Bendungan Ladongi ini.
Fungsi utama bendungan ini adalah yang pastinya untuk pembangkit listrik dan irigasi, dan dapat mengairi Daerah Irigasi seluas 7.424 hektar area atau dapat mengairi 4 Kabupaten.
Selain fungsi utama, bendungan ini juga dijadikan sumber wisata, olahraga air, dan sumber pembudidayaan ikan air tawar.
Pada musim kemarau, bendungan ini masih dapat mengairi hingga lebih dari 37 ribu penduduk di sekitar wilayah bendungan, terutama pada wilayah pertanian.
Selain itu, Bendungan Ladongi ini juga dapat mengendalikan banjir, membangkitkan listrik sebesar 1,3 MW, serta penyedia air untuk warga sekitar sebesar 0,12 meter kubik per detik.***
(Alif Agusta)