Pertama di Indonesia, Jawa Tengah Punya Tol Tanggul Laut di Semarang – Demak, Dibangun di Atas Daratan Lenyap?

inNalar.com – Usai melalui lika-liku penundaan, Jalan Tol Semarang – Demak senilai Rp15,3 triliun ini mulai bergeliat pembangunannya.

Proyek Jalan Tol sekaligus tanggul laut di Jawa Tengah ini rencananya akan menjulur di daerah Semarang bagian utara mulai dari titik awalnya di Kaliwungu, kemudian lanjut terus ke Pelabuhan Demak.

Bentang proyek tol tanggul laut ini bakal terintegrasi dari pesisir Semarang hingga pelabuhan di wilayah Demak.

Baca Juga: Mengenal Suku Pada Kawasan Kaki Gunung Bromo, Ciri Khas Simpul Kain Sebagai Identitas Diri Khususnya Perempuan

Keunikan tol yang satu ini adalah infrastruktur jalurnya yang sebagian bakal melintas di atas laut dan akan dibangun di atas tanah yang disebut telah tenggelam atau lenyap, bagaimana bisa?

Diketahui karakteristik lokasi pembangunan jalan bebas hambatan ini memiliki permasalahan yang perlu diwaspadai saat proses pembangunannya.

Permasalahan yang perlu disorot adalah ketinggian muka tanah yang rentan turun di lokasi pembangunan jalan tol tersebut.

Baca Juga: Kulik Masa Muda Soeharto, dari Berkeliling Sepeda ke Seluruh Kampung hingga Merobek Kain Sang Bibi!

Diketahui tanah yang ada di wilayah pesisir Semarang disebut ketinggian tanahnya kian menurun cenderung rawan dengan adanya perubahan iklim.

Pasalnya, karakteristik tanah di sepanjang lintasan rute tersebut, wilayahnya berasal dari endapan aluvial yang rentan terhadap terjadinya penurunan muka tanah.

Jadi, ketika ada tumpuan beban atau tekanan yang melintas di atasnya maka elevasi tanah bakal kian menurun.

Baca Juga: Struktur Bangunan Capai 159 Meter, Bendungan Bener di Purworejo Ini Bakal Jadi yang Tertinggi se-Indonesia?

Jalur tol sepanjang 26,4 kilometer ini tetap diupayakan terwujud meski dengan beberapa rintangan alam, karena wilayahnya yang berada di pesisir utara Jawa sangat strategis bagi kemudahan konektivitas kawasan ekonominya.

Dilansir dari laman BPK perwakilan Jawa Tengah, proyek ini bakal dibangun dengan melewati tahapan pembebasan lahan dan pengadaan lahan dalam bentuk reklamasi.

Fakta unik dari proyek ini adalah 40 persen lahan pembangunannya berada di lokasi daratan yang disebut telah musnah.

Artinya, tanah tersebut statusnya telah tenggelam, tetapi kemudian diupayakan kembali melalui proses reklamasi.

Pihak pemerintah bersama dengan konsorsium perusahaan yang menjadi bagian dari pengerjaan proyek jalan lol tanggul laut ruas Semarang – Demak ini optimis perlahan bisa direalisasikan.

Rencananya, proyek yang bakal memiliki fungsi ganda ini sekaligus bakal jadi tanggul laut sebagai upaya menahan daratan tidak tenggelam.

Sebagai informasi tambahan, prinsip pembangunan tol tanggul laut di sepanjang lintasan Semarang – Demak ini bakal memperhatikan kondisi sungai dan memaksimalkan kawasan laut dan alam hehijauan.

Meski begitu ada empat hal penting yang akan menjadi perhatian pihak pembangun selain penurunan muka tanah, yaitu potensi abrasi pantai, perubahan garis pantai, dan kemungkinan terjadinya air laut yang pasang.***

Rencananya, jalan tol ini juga difungsikan sebagai infrastruktur yang bisa mencegah terjadinya banjir rob.

Itulah mengapa selain sebagai jalur transportasi, proyek tol Semarang – Demak bakal berfungsi sebagai tanggul laut.***

 

Rekomendasi