Pertalite Resmi Dihapus 2024! Benarkah Masyarakat Akan Ganti Haluan Menggunakan Kendaraan Listrik?

inNalar.Com – PT Pertamina dilaporkan ingin mengganti produksi bahan bakar mereka dengan menggeser bahan bakar fosil.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai emisi nol bersih di tahun 2060 nanti. Rencanya bahan bakar pertalite akan digantikan dengan pertamax Green 92.

Pertamax greeen 92 ini merupakan percampuran antara pertalite dan 7% etanol.

Rencananya perubahan ini akan dilaksanakan mulai 2024 mendatang.

Pada sidang bersama komisi VII DPRD, Nicke Widyawati Direktur Utama Pertamina mengatakan bahwa hanya 3 produksi bahan bakar oleh Pertamina pada 2024.

Baca Juga: Aneh! Hamparan Pasir Membelah Pulau? Inilah Keunikan Pantai yang Berada di Maluku Tenggara

3 bahan bakar tersebut yaitu Pertamax Green 92, Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95.

Hal ini tentunya menimbulkan berbagai pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Pasalnya seperti yang diketahui sebelumnya, pertalite memiliki harga yang lebih terjangkau dari pertamax.

Dengan demikian, beberapa masyarakat mulai beralih kepada kendaraan listrik yang lebih terjangkau harganya.

Baca Juga: Didanai Hingga Rp 51 M, Ridwan Kamil Sebut Jembatan Peninggalan Belanda di Karawang Jawa Barat Tuntas Desember

Berdasarkan dari Peraturan Menteri Peindustrian No. 21 tahun 2023, saat ini penerima bantuan untuk potongan motor listrik semakin diperluas.

Hal ini bertujuan agar mempercepat pembangunan ekosisten dari kendaraan listrik di Indonesia.

Demikian juga dilakukan agar Indonesia menjadi negara bersih dan tidak membuat pencemaran udara.

Akan diberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk setiap kendaraan listrik yang nantinya akan dibayarkan ke perusahaan.

Baca Juga: 5 Tugu Terbesar di Indonesia! Bahkan Ada yang Memiliki Berat 4.000 Ton, Apakah di Kotamu?

Saat ini terdapat 30 model motor listrik dengan 14 brand yang telah memiliki syarat TKDN minimal 40% di Indonesia.

Terdapat juga 842 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang telah tersebar di 388 lokasi di Indonesia.

Masyarakat sebagian berpikir untuk beralih pada kendaraan listik untuk menghemat pembiayaan. Menurutmu, bagaimana?

 

 

Rekomendasi