

InNalar.com – Bandara IKN, beberapa hari yang lalu tepatnya pada 1 November 2023 pembangunan ground breakingnya telah dilakukan.
Tentu dengan adanya bandar udara ini akan semakin mempermudah aksesibilitas dan mobilitas Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Apalagi saat ini Kalimantan Timur juga tengah melakukan pembangunan gencar-gencaran agar Ibu Kota baru Indonesia cepat terselesaikan.
Pembangunan pada infrastruktur bagi pesawat ini sendiri berada pada masa pengerjaan tahun 2023-2024.
Jika sesuai rencana, maka bandara IKN ini nantinya akan rampung pada Desember tahun 2024.
Ditambah infrastruktur ini juga mampu digunakan untuk mendarat bagi pesawat berbadan lebar jenis Airbus A300 serta A380.
Akan tetapi, ternyata bandar udara ini telah mampu dilakukan uji coba pada saat bulan Juni 2024 nanti.
Tentu ini merupakan waktu pengerjaan yang cepat, mengingat ground breakingnya baru dilakukan kemarin pada 1 November 2023.
Seperti yang dijelaskan di atas, adanya bandar udara ini membuat semakin mudahnya akses mobilitas menuju ke Ibu Kota baru.
Dilansir InNalar.com dari kaltimprov.go.id, sebab saat melalui jalur eksisting waktu yang diperlukan hanyalah 45 menit saat dari bandar udara menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Sedangkan hanya membutuhkan waktu 18 menit saja saat menggunakan jalan akses bandara.
Karena itulah infrastruktur ini akan semakin terbuka dan mudah dijangkau dari mana saja.
Mengingat pulau Kalimantan juga dinobatkan jadi pulau terbesar ke-2 di Indonesia.
Adapun bandara IKN ini memiliki total luas 347 hektar yang berada di lahan hak pengelola (HPL) badan bank tanah.
Menghabiskan anggaran hingga Rp 4,3 triliun, ternyata pembangunan bandar udara di Kalimantan Timur ini lahannya gratis karena bersumber dari badan bank tanah.
Bahkan sebenarnya badan bank tanah ini memiliki lahan seluas 4163 hektar, yang 347 hektarnya akan digunakan untuk bandara IKN.
Tidak berhenti disitu, sebab badan bank tanah juga akan memberikan minimal 30% lahannya untuk digunakan pada masyarakat umum.
Pasalnya, akan ada lahan seluas 1883 hektar yang akan diberikan pada masyarakat di wilayah HPL badan bank tanah.***