

inNalar.com – Bulan November tahun 2022 ini akan menjadi spesial. Bagaimana tidak, bulan November tahun ini Indonesia dipilih menjadi tuan rumah penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.
Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali adalah pertemuan ketujuh belas Kelompok Duapuluh (G20) mendatang. KTT tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Bali. Namun penyelenggaraannya tidak mudah terlebih banyak huru-hara internasional yang terjadi belakangan ini.
Huru-hara internasional salah satunya adalah pemulihan dari covid-19. Selain menjadi pembahasan di KTT G20 mendatang, Indonesia juga akan memastikan KTT G20 di Bali akan dilaksanakan dengan baik, mulai dari bentuk pencegahan hingga pelaksanaan protokol kesehatan.
Kenyamanan para delegasi juga menjadi prioritas. Persiapan infrastruktur dan logistik juga telah disiapkan di berbagai tempat. Persiapan jaringan komunikasi, jalan raya, jaringan listrik, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga dipersiapkan dengan baik.
Selain Covid-19, isu rusia-ukraina juga akan menjadi pembahasan penting karena sangat mempengaruhi ekonomi dunia. G20 yang merupakan sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan 20 Ekonomi utama dunia.
G20 memegang peran strategis dalam mengamankan masa depan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi global. Indonesia memegang Presidensi G20 2022 dan memberikan prioritas pada kerjasama di bidang penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi.
Baca Juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 5 SD Halaman 41: Menghitung Soal Pembagian Pecahan
Dengan adanya situasi baru di Ukraina, maka isu terkait ketahanan pangan juga akan banyak dibahas dalam berbagai pertemuan G20.
Rangkaian pertemuan G20 di bawah Presidensi Indonesia telah dimulai pada 1 Desember 2021 dan akan berpuncak pada KTT Bali pada tanggal 15-16 November 2022. Sebelum memasuki puncak acara, sebelumnya telah diadakan pula Pertemuan Para Menteri Luar Negeri G20, atau G20 Foreign Ministers’ Meeting (FMM).
FMM G20 telah terlaksana pada 7-8 Juli yang juga diadakan di Bali. FMM G20 tersebut mengangkat tema “Membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama”. Pertemuan ini menjadi forum strategis dalam membahas upaya pemulihan global.
Puncak acara yang akan diadakan pada tanggal 15-16 November 2022 akan dihadiri oleh presiden dan perdana menteri dari masing-masing negara yang diundang. Total negara yang diundang berjumlah 21 negara dengan 10 tamu undangan.
Lokasi tepat diadakannya yakni di Nusa Dua, Bali. Kemenparekraf berperan aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden untuk menjadi contoh melalui G20 dalam mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan dengan tindakan nyata.
Oleh karena itu, Kemenparekraf menggandeng para pelaku UMKM untuk membantu dalam penyediaan suvenir bagi para delegasi.***