
inNalar.com – Eko Pesantren Assalafiyyah Mlangi di Yogyakarta ternyata tidak hanya diajarkan mencintai agama saja, melainkan juga cinta kepada sesama manusia dan ciptaan-Nya.
Salah satunya yaitu cinta kepada alam. Pesantren di Yogyakarta ini sangat menjaga kebersihan lingkungannya. Bahkan sudah mengakar kuat di pikiran dan tindakan para santrinya.
Dikutip dari Irwan Masduki selaku pengasuh Pondok Assalafiyyah Mlangi ini sering mendengar bahwa pesantren merupakan tempat yang kumuh dan sampahnya menumpuk.
Saat ini, krisis lingkungan yang kemudian membuat perubahan iklim juga menjadi isu yang penting.
Atas dasar persepsi tersebut, maka didirikanlah sekolah asrama Muslim dengan konsep alam dan peduli pada lingkungan.
Secara infrastruktur, Ponpes Assalafiyyah Mlangi ini sudah back to nature atau kembali ke alam.
Diketahui bahwa lokasi pesantren di Yogyakarta ini dulunya merupakan persawahan dan lahan sabuk hijau.
Oleh karena itu, dibangunlah ponpes dengan masih mempertahankan unsur alamnya. Lahan persawahan yang masih tersisa tetap dibiarkan dan digunakan oleh para santri untuk belajar bertani.
Adapun hasil pertaniannya juga akan dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh santri. Beberapa tanaman yang ditanam di pesantren ini di antaranya buah melon hingga tanaman cabai.
Baca Juga: Cek Fakta Deep Learning Bakal Gantikan Kurikulum Merdeka
Hasilnya panennya akan dimanfaatkan dan dimasak oleh para santri. Apabila hasil panennya banyak juga bisa dijual yang hasil penjualannya juga Kembali ke pondok.
Program Eko Pesantren
Terdapat salah satu program yang dispesialkan oleh pondokan ini.
Yaitu, eko pesantren. Program eko pesantren ini dimulai dari pengelolaan sampah, menjaga kebersihan, kerpiian, dan Kesehatan di lingkungan pesantren.
Baca Juga: Pendekatan Belajar Deep Learning Bakal Jadi Tren Pendidikan Indonesia di 2025?
Sampah plastik di pesantren ini juga merupakan hal yang langka karena para santri diajari untuk mengurangi penggunaan plastik.
Jadi, konsep eko pesantren di Pesantren Assalafiyyah Mlangi ini bukan hanya pada pengelolaan sampahnya saja tetapi juga pada cara meminimalisir sampahnya.
Dilakukan juga monitoring digital sebagai upaya mencegah timbulnya sampah plastik.
Para santri sudah diajari mengenai pembuangan sampah sesuai dengan jenisnya. Ada sampah organik, nonorganik, serta sampah bahan berbahaya dan beracun.
Sementara untuk sampah organiknya juga dikelola sedemikian rupa, ada yang dijadikan bahan magot dan pupuk organik.
Pupuk organik yang telah dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk tanaman-tanaman di pesantren dan di greenhouse.
Penggunaan kertas di pesantren ini juga sudah diminimalisir. Ditambah dengan zaman sekarang yang sudah serba digital, materi pembelajaran dan ujian sudah diterapkan sistem paperless.
Jadi, itulah informasi mengenai Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi yang terapkan konsep eko pesantren. ***