

inNalar.com – Bandara Silampari di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan telah berdiri sejak tahun 90-an dan melalui berbagai situasi.
Sepanjang tahun 2021, bandara Silampari di Sumatera Selatan ini mengalami mati suri akibat terjadinya wabah covid-19.
Namun, akhirnya bandara yang pernah mati suri tersebut bangkit dan kembali beroperasi kembali, perdana pada tanggal 22 April 2022.
Maskapai yang melakukan penerbangan di bandara Silampari di Sumatera Selatan ini adalah maskapai Batik Air.
Penerbangan maskapai Batik Air kala itu setelah beroperasi kembali hanyalah sekali bolak balik dari Sumatera Selatan ke Jakarta atau sebaliknya.
Dari bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ke bandara di Sumatera Selatan, waktu tempuhnya adalah pukul 10.00-11.10 WIB.
Sebaliknya, dari bandara Silampari di Sumatera Selatan menuju bandara Soekarno-Hatta di Jakarta adalah pukul 11.50-13.00 WIB.
Diketahui bahwa saat ini akan diadakan proyek pengembangan untuk bandara Silampari di Sumatera Selatan dengan total biaya Rp 78 miliar.
Biaya sebesar Rp 78 miliar untuk proyek pembangunan bandara Silampari di Lubuk Linggau ini terbagi akan beberapa hal.
Pertama, Rp 20 miliar dialokasikan untuk pekerjaan struktur penahan tanah yang bertujuan untuk menyempurnakan runway strip.
Hal tersebut dilakukan karena di Bandara Silampari, Sumatera Selatan ini ada beberapa penurunan tanah.
Selanjutnya, Biaya sebesar Rp 28 miliar dialokasikan untuk pekerjaan lanjutan yaitu pembuatan Taxiway Bravo dan pelebaran Apron.
Pelebaran Apron untuk bandara Silampari yang ada di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan ini akan terdapat parting stand.
Dana yang terakhir yaitu sebesar Rp 30 miliar akan digunakan untuk memperpanjang runway dari 2.250 menjadi 2.500 x 45 meter.
Perpanjangan runway di bandara Silampari Sumatera Selatan ini akan dikerjakan pada tahun 2024 mendatang.
Sehingga total genap dari biaya pengembangan untuk bandara Silampari di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan adalah Rp 78 miliar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi