Perlukah Saling Maaf-maafan saat Hari Raya Idul Fitri? Begini Penjelasan Ustadz Hilman Fauzi


inNalar.com –
Ustadz Hilman Fauzi dalam ceramahnya menjawab pertanyaan apakah setiap muslim harus saling meminta maaf dan memaafkan di hari raya Idul Fitri.

Sikap saling meminta maaf dan memaafkan merupakan bagian dari bentuk kemuliaan akhlak. Ustadz Hilman Fauzi menjelaskan bahwa sebenarnya ketika seseorang dalam proses meminta maaf dan memaafkan orang lain, hal itu merupakan bagian proses melepaskan segala kebencian dan kedengkian yang ada di dalam dirinya.

Namun, Ustadz Hilman Fauzi berpandangan bahwa sikap saling meminta maaf dan memaafkan tidak harus terbatas pada momentum Idul Fitri saja. Artinya, dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, karena memaafkan adalah bagian dari akhlak mulia yang perlu dimiliki oleh setiap muslim.

Baca Juga: Bolehkah Mengajak Taaruf Seseorang Lewat Media Sosial? Ustadz Hilman Fauzi Beri Jawaban Tak Terduga

Adapun mengapa momen hari lebaran dijadikan oleh sebagian masyarakat sebagai kesempatan bagi orang-orang untuk saling meminta maaf dan memaafkan, Ustadz Hilman Fauzi menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan karena adanya pemahaman yang berkaitan dengan istilah “Idul Fitri” yang artinya adalah hari dimana setiap muslim kembali kepada kesucian.

lebih lanjut Ustadz Hilman menjelaskan kaitan antara momen saling memaafkan dengan istilah Idul Fitri, menurutnya, kembali kepada kesucian dengan momen saling memaafkan dipahami sebagai upaya setiap muslim untuk menyingkirkan segala bentuk kebencian yang terpendam terhadap siapapun yang pernah menyakitinya dan menjadi bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antar sesamanya.

Bagaimanapun sifat saling meminta maaf dan memaafkan memiliki banyak manfaat. Bahkan firman Allah ta’ala dalam QS Ali Imron ayat 134, yang intinya ialah Allah telah menjanjikan setiap muslim yang memiliki sifat pemaaf akan digolongkan sebagai orang yang bertakwa.

Baca Juga: Ubah Pola Pikir Ini Jika Ingin Menjadi Muslim yang Cerdas, Ustadz Hilman Fauzi Bocorkan Rahasianya

Selain itu, sifat memaafkan orang lain pun dijanjikan oleh Allah dengan pahala yang besar, sebagaimana dalam QS Al-A’raaf ayat 199.

Ustadz Hilman Fauzi mengingatkan setiap muslim agar kita berusaha untuk bisa saling memaafkan dan tidak sungkan untuk mengakui kesalahan diri dan meminta maaf kepada orang lain.

Boleh jadi, sikap inilah yang menjadi amalan penghapus berbagai dosa yang tidak disadari, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Jikalau ada orang yang menyakiti hati muslim lainnya, tetapi orang tersebut tidak pernah meminta maaf dan kita sebagai muslim memaafkan dirinya, jangan bersedih, sungguh yang demikian itu merupakan bentuk kebesaran hati yang tidak semua orang miliki.

Baca Juga: Ustadz Hilman Fauzi Ungkap Tanda Seorang Muslim Berhasil Raih Lailatul Qadar, Apakah Kamu Sudah Merasakannya?

“Momentum idul fitri adalah kesempatan emas bagi kita untuk membersihkan diri dari rasa salah dan meminta maaf serta memaafkan orang lain,” ujar Ustadz Hilman Fauzi.

Ustadz Hilman Fauzi pun mengimbau untuk setiap muslim belajar untuk meminta maaf, baik itu antara anak dan orang tua, atau sebaliknya, antar teman, karib kerabat, dan lainnya.

Pasalnya, menurut Ustadz Hilman Fauzi, sikap meminta maaf bukan hal yang mudah, perlu adanya usaha untuk mengharap ridha Allah agar menurunkan sikap ego kita sebagai manusia. Penting untuk diketahui bahwa Islam memandang sikap meminta maaf dan memaafkan adalah bagian tanda kemuliaan yang ada di dalam diri seseorang, bukan sebagai bentuk kelemahan.***

Rekomendasi