

inNalar.com – Riau merupakan provinsi di Indonesia yang mempunyai berbagai sumber daya dan potensi keindahan alamnya yang bisa memukau setiap orang.
Hal ini membuat para investor di perusahaan-perusahaan besar tertarik untuk berinvestasi di Riau, salah satunya yaitu dalam membangun PLTS.
PLTS sangat berguna untuk masa depan karena memiliki banyak kegunaan yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Bikin Rugi Rp1,3 Miliar Karena Korupsi, Arena Termegah di Kalimantan Utara Ini Tutup Permanen
PLTS menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi listrik yang akan diberikan kepada masyarakat.
Hal ini membuat PLTS akan mendapatkan respon positif karena penggunaannya yang ramah lingkungan dan menggunakan energi terbarukan.
Rencana Riau akan menjadi provinsi dengan berjuta Investasi untuk PLTS di berbagai wilayah Riau.
Setelah berhasil membangun PLTS dengan kapasitas 25 MW, PT. Pertamina berencana akan membuat pembangunan tahap II.
Diperkirakan pembangunan tahap II ini akan memilik kapasitas sebanyak 200 MW.
Ada tiga daerah yang nantinya akan dijadikan PTLS di Riau, 3 daerah tersebut yaitu, Dumai Camp, Duri dan Rumbai.
Sebelum PT. Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) juga telah membangun PLTU di kawasan Riau Complex – Pangkalan Kerinci.
Diperkirakan pada tahun 2024 nanti, Calypte Holding dan CGN Energi juga akan memulai membangunan PLTS berkapasitas 100 MW di Bengkalis.
Richfull PTE LTD, Perusahaan asal Singapura juga akan berinvestasi sebesar Rp. 12 Triliun.
Hal ini dilakukan untuk pembangunan PLTS di Kepulauan Meranti dengan kapasitas senilai 1.200 MW
Investasi PTLS terapung PLN, rencananya akan dipindahkan di wilayah lain ke Riau dengan alasan iklimnya yang kondusif.
Pemerintah juga berencana akan me-shut down 15 Giga Watt PLTU hingga 2040 mendatang secara nasional.***