Perkiraan Biayanya Rp14,3 Triliun, Jembatan Dekat Batas Negara Ini Digadang-gadang Bakal Kalahkan Suramadu

inNalar,com – Pembangunan infrastruktur berupa jembatan terus dilakukan di banyak tempat di Indonesia.

Salah satunya adalah pembangunan jembatan di wilayah dekat perbatasan Indonesia yaitu di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.

Jembatan yang berada dekat dengan perbatasan negara lain ini digadang-gadang akan kalahkan Suramadu dan menyabet gelar jembatan terpanjang di Indonesia.

Baca Juga: Wajib Bangga! Kapal Perang Tipe LST Pertama Indonesia Ternyata Dibuat di Lampung, Namanya…

Nama dari jembatan ini adalah Jembatan Babin. Nama Babin sendiri berasal dari pulau yang dihubungkan oleh jembatan ini, yakni Batam dan Bintan yang ada di Kepulauan Riau.

Jembatan ini nantinya akan membentang sepanjang 14,753 km, lebih dari dua kali lipat panjang Jembatan Suramadu.

Dilansir innalar.com dari kpbu.kemenkeu.go.id, jembatan ini memilikin panjang lebih dari 14 km dan menjadi dua pembagian.

Baca Juga: Modal 2 Bahan Dapur Ini, Wajan Gosong Berkerak Bertahun-tahun Seketika Kinclong dan Glowing

Pertama sepanjang 7,98 km adalah porsi milik KPBU (Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha).

Lalu dipertegas bahwa bagian pertama yang menjadi tanggung jawab KPBU ini menghubungkan antara Pulau Bintan dan Pulau Tanjung Sauh).

Selanjutnya adalah bagian kedua sepanjang 6,76 km untuk porsi dukungan pemerintah.

Baca Juga: Inilah 5 Daerah yang Paling Banyak Terkena Pencemaran Air di Jawa Timur, Nomor 1 Kabupaten Pasuruan?

Bagian kedua yang menghubungkan antara Pulau Tanjung Sauh dan Pulau Batam ini nantinya dananya akan bersumber dari pinjaman luar negeri.

Jembatan Babin rencananya akan mempunya lebar lajur 3,6 meter dan lebar bahu luar serta dalam kurang lebih 3 meter dan 1,5 meter.

Pembangunan Jembatan Babin ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Berada di Ketinggian 1.200 Mdpl, Desa di Nusa Tenggara Timur Ini Memiliki 7 Rumah Adat yang Unik, Bisa Tebak?

Pembangunan Jembatan Babin ini diperkirakan akan habiskan dana sekitar Rp14,3 triliun.

Dari total dana tersebut, sebanyak Rp50 miliar digunakan untuk survey kedalaman laut atau soil investigation.

Pada akhir Juli 2023 sampai awala Agustus 2023 lalu, pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) meninjau langsung proses pembangunan Jembatan Babin di Kepulauan Riau.

Baca Juga: Latihan PTS Bahasa Indonesia? Berikut Bocoran Soal UTS Kelas 8 SMP MTS Semester 1 Beserta Kunci Jawabannya

Dalam peninjauannya, AIIB didampingi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

AIIB sendiri merupakan salah satu investor dari proyek Jembatan Babin ini. Jumlah investasi atau pinjaman yang didapat dari AIIB adalah sejumlah USD $ 300 juta.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membangun tiga komponen proyek Jembatan Babin ini.

Baca Juga: Prediksi PTS Matematika! Berikut Latihan Soal UTS Bagi Kelas 8 SMP MTS Kurikulum 2013 Disertai Kunci Jawaban

Komponen pertama yang merupakan pekerjaan konstruksi diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar USD $ 236,88 juta.

Kemudian, komponen kedua yang merupakan jasa konsultasi pengawasan akan menghabiskan dana sekitar USD $ 114,84 juta.

Komponen terakhir adalah project management yang akan menghabiskan dana sekiatr USD $ 1,38 juta.

Baca Juga: Muncul Sejak Abad ke 14, Benarkah Peninggalan-peninggalan Pusaka Kerajaan Majapahit ada yang di Amerika?

Dengan dibangunnya proyek Babin ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan di Kepulauan Riau.

Selain itu, dengan adanya jembatan ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya logistik antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.***

 

 

Rekomendasi