Perkampungan Kecil di Kalimantan Barat Ini Berada di Atas Danau dan Hutan Rawa, Umurnya Sudah Tua Banget

inNalar.com – Kalimantan Barat memiliki kampung tua yang berada di area danau Sentarum, bahan danau ini dulunya terhubung dengan kerajaan.

Kerajaan tersebut memiliki nama Kerajaan Selimbau Darussalam, lokasi kampung ini berada di area Taman Nasional Danau Sentarum. 

Taman nasional memiliki danau yang musiman sehingga air yang ada di dalam danau tersebut relatif dangkal.

 Baca Juga: Indah Tapi Misterius, Pulau Eksotis Kep Talaud ini Ada Goa yang Simpan Ratusan Tengkorak Manusia

Perkampungan ini juga dikelilingi oleh hutan rawa yang memiliki tekstur tanah gambut dan air di danau ini memiliki kadar air tawar.

Selain itu kampung ini juga memiliki biota laut yang dibudidayakan dan juga dilindungi agar tidak punah, salah satunya seperti ikan yang banyak digemari orang untuk dijadikan sebagai ikan hias.

Yaitu ikan arwana yang memiliki sirip yang cantik dan juga badan yang panjang dan berlenggak lenggok di air membuat ikan arwana ini dibudidayakan.

 Baca Juga: Rekor Jembatan Terpanjang di Indonesia Ternyata Ada di Kalimantan Timur, Punya Sistem Buka Tutup?

Selain ikan arwana kampung tersebut juga terdapat habitat yang dilindungi yaitu orang utan kalimantan yang terancam punah. 

Adapun binatang buas juga yang ikut dilestarikan yaitu beruang madu dan juga buaya senyulong yang dilindungi sejak tahun 1994 untuk perlindungan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.

Kampung ini memiliki nama Semangit yang masuk ke dalam perkampungan Nanga Leboyan Kalimantan Barat yang dihuni hampir 120 kepala keluarga yang memiliki jumlah 300 lebih penduduk yang berada di kampung tersebut.

 Baca Juga: Mall dengan 3 Komplek Estetik Ini Punya Bridge Link dan Jadi Ikon Surabaya Timur, Pernah Mengunjunginya?

Untuk menuju ke perkampungan Nanga Leboyan harus ditempuh menggunakan kapal atau speedboat dengan waktu satu sampai 2 jam perjalanan menyusuri danau.

Para penduduk di Kampung Semangit Nanga Leboyan juga memelihara ikan yaitu ikan patin, dan ikan toman serta ikan jelawat.

Hasil tangkap ikan tersebut akan dijual dan menghasilkan uang untuk membeli perlengkapan dan kebutuhan hidup karena mata pencaharian dari penduduk Kampung Semangit Nanga Leboyan adalah nelayan.

Tapi ada beberapa penduduk kampung yang memiliki profesi sebagai pencari madu liar yang ada di hutan dan nantinya akan dijual. 

Perkampungan unik ini memiliki banyak minat wisatawan dari berbagai daerah yang penasaran dengan bentuk perkampungan yang berada di atas danau dan jarang menginjakkan kaki di daratan ini.

Para pengunjung juga bisa melakukan tracking hutan dan juga piknik atau kemah di tepian danau serta ikut melihat proses panen madu hutan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]