Perjalanan Politik Bahlil Lahadalia, Sosok Ketum Golkar yang Kepergok Minum Whisky ‘Limited Edition’

inNalar.com – Beberapa tahun terakhir, nama Bahlil Lahadalia sering terdengar sebagai orang yang cukup dekat dengan Jokowi.

Kabar terbaru mengenai dirinya setelah didapuk menjadi Ketua Umum partai Golkar adalah kegep minum Whisky seharga Rp 29,5 juta dan limited edition.

Penunjukkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar ternyata bukan tanpa sebab, karena Bahlil memang mengawali perjalan politik di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga: Peroleh Tunjangan Dollar! Biaya Pendidikan Anak PNS ‘ISTIMEWA’ Ini Disokong Negara hingga Rp228,5 Juta

Sepak terjangnya di dunia politik dimulai dari tahun 2001 hingga tahun 2014 sebagai pengurus Partai Golkar.

Pria yang meraih gelar sarjananya di Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay Jayapura tersebut memang terbilang cukup aktif saat menjadi mahasiswa.

Dapat dilihat dari perannya sebagai pengurus senat mahasiswa di kampusnya hingga bergabung dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca Juga: Dikenal Cantik dan Jadi Idaman Wanita Indonesia, Aib Erina Gudono Istri Kaesang Bocor ke Publik: Bau Badan dan Ketiak!

Hingga akhir statusnya sebagai mahasiswa S-1, Bahlil berhasil menjadi Bendahara Umum PB HMI sebagai puncak pencapaiannya.

Semasa dirinya masih menjadi pengurus partai Golkar, Bahlil juga mencatatkan namanya dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada tahun 2003.

Hingga pada bulan Februari 2015, dirinya terpilih menjadi ketua HIPMI untuk periode 2015-2019.

Baca Juga: Mohon Maaf! Tenaga Honorer dengan Kriteria Ini Tidak Akan Diangkat Menjadi PPPK 2024

Mengaku dekat dengan Jokowi sebagai seniornya di HIPMI, Bahlil menduduki jabatan sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada September 2019.

Berkat kerja kerasnya dan kepercayaan dari Jokowi, Bahlil resmi ditunjuk sebagai kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) atau Kementerian Investasi pada 23 Oktober 2019.

Diundang dalam acara PODKABS yang ditayangkan melalui kanal Youtube Sekretariat Kabinet RI pada 27 Mei 2022, Bahlil mengaku bahwa dirinya tidak pernah bermimpi untuk menjadi menteri.

Baca Juga: Jejak Karir Bahlil Lahadalia, Ketum Golkar yang Viral Gegara Kegep Minum Whisky Termahal Jepang

Bahlil kecil adalah seorang anak yang harus berkerja keras membantu orangtuanya mulai dari jualan kue, menjadi kondektur dan sopir angkot.

Dirinya mengaku tidak malu dengan apa yang dilakukannya kala itu, karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk terus bisa bersekolah.

Masih menaruh kepercayaan pada Jokowi, Bahlil mendukung pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden dengan menjadi inisiator simpul relawan-relawan pendukung Prabowo-Gibran pada November 2023.

Baca Juga: 2,3 Juta Honorer Terancam Batal Diangkat Jadi PPPK 2024 Jika Tak Penuhi Dua Syarat Ini

Agustus 2024 seolah menjadi bulan yang paling istimewa bagi seorang Bahlil Lahadalia karena pada bulan tersebut dirinya dipercaya mengemban 2 amanah besar sekaligus.

Pada 19 Agustus 2204, pria kelahiran Banda 7 Agustus 1976 tersebut resmi dilantik menjadi Menteri ESDM untuk menggantikan menteri sebelumnya yaitu Arifin Tasrif.

Di penghujung masa jabatannya yang tinggal menghitung bulan, Jokowi menaruh harap pada Bahlil untuk jabatan tersebut.

Baca Juga: Pak Yanto Meninggal Dunia Setelah 44 Tahun Jadi Suporter Paling Setia Bulutangkis Indonesia

Di hari berikutnya, tepatnya pada 20 Agustus 2024, Bahlil resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur beberapa hari sebelumnya.

Bahlil terpilih pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar ke-XI sebagai calon tunggal.***

 

Rekomendasi