Peringatkan Jika Ada Simbol LGBT di Piala Dunia  2022 Qatar, Kepala Keamanan: Bukan untuk Demonstrasi

inNalar.com – Piala Dunia 2022 yang akan diselenggarakan di Qatar terus mendapat perhatian banyak orang, salah satunya terkait simbol Lesbian Gay Bisexual dan Transgender atau LGBT.

LGBT pada kesempatan-kesempatan sebelum Piala Dunia 2022 di Qatar selalu melakukan aksi, seperti mengibarkan bendera khas kelompok tersebut yaitu kain dengan warna pelangi.

Namun berbeda dengan gelaran Piala Dunia 2022 kali ini, dimana kaum LGBT menghadapi masyarakat Qatar atau orang lain yang berbeda pandangan, bahkan anti kelompok tersebut.

Baca Juga: Fakta Baru Temuan Tengkorak di Ruang Rahasia Kediaman Ferdy Sambo, Faktanya Mengejutkan

Hal buruk bisa saja terjadi bila kaum LGBT berusaha mengibarkan bendera pelangi saat gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar, untuk mengantisipasi penyerangan maka dengan melarang pemicunya.

Kepala Keamanan Piala Dunia 2022 di Qatar yaitu Al Nasr menyampaikan, bahwa tindakan petugas mengambil bendera pelangi LGBT juga sebenarnya untuk perlindungan mengantisipasi hal buruk.

“Jika ada penggemar mengibarkan bendera pelangi di stadion lalu diambil, bukan untuk menyinggung perasaannya,” kata Al Nasr seperti dikutip inNalar.com dari NPOREPORT pada Senin, 14 November 2022.

Baca Juga: Akhir Drama Koper Kaesang yang Nyasar ke Medan saat Naik Batik Air ke Surabaya: Langsung Dijaga Ketat TNI?

Menurut Al Nasr, jika kaum LGBT penggemar bola ingin mengungkapkan pandangannya terhadap golongannya, maka dipersilahkan kepada masyarakat yang kemungkinan menerimanya.

Al Nasr mengatakan agar kaum LGBT jangan datang ke stadion atas nama penggemar bola, tetapi melakukan aksi penghinaan terhadap masyarakat yang kontra terhadapnya.

Masyarakat Qatar yang umumnya menolak perilaku LGBT, bagi Al Nasr tidak mungkin mengubah agamanya selama 28 hari. Dimana dari keyakinannya itulah terdapat larangan menyukai sesama jenis.

Baca Juga: Sinopsis Tajwid Cinta Episode 8 Tayang Hari Ini : Bu Nadia Diancam Pak Rahmat Masuk Penjara, Ada Apa ?

Inilah yang bisa memicu penyerangan terhadap pihak yang mengkampanyekan LGBT, seperti dengan mengibarkan bendera pelangi.

“Jika anda membeli tiket, itu untuk menghadiri pertandingan sepak bola dan bukan untuk berdemonstrasi.” Kata Al Nasr menjelaskan terkait upaya keamanan.

Namun apa yang dijelaskan oleh Al Nasar sebagai bentuk upaya keamanan pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar itu dinilai berbeda oleh pihak lain.

Baca Juga: Dikira Aman, Ini Daftar 87 Aplikasi Pinjol Ilegal Terbaru Tahun 2022, Pelaku Kena Hukum Malah Tidak Jera?

Seorang pengguna Twitter menanggapi Al Nasar dengan menyebutkan bahwa ajang olahraga itu adalah Piala Dunia 2022, bukan pertandingan salah satu agama saja.

“Jika anda ingin orang tidak berdemonstrasi saat menonton sepak bola, maka agamamu seharusnya menonton laga dan tidak melakukan aksi. Ini Piala Dunia 2022,” ujar akun @tonycf***.

Selain itu ada banyak tanggapan lain diungkapkan, salah satunya menyebutkan bahwa keputusan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar sesuatu yang mengerikan.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 158, Kegiatan 4: Laporan Membaca Buku Fiksi Drama

Walaupun ada pula orang yang mendukung pihak penyelenggara Piala Dunia 2022 di Qatar, menurutnya budaya setempat harus juga dihormati dan didukung.

“Mari kita hormati budaya orang lain. Ini sepak bola dan bukan pameran budaya. Tolong jangan menghina budaya Qatar selama pertandingan. Mari kita hormati batasan budaya.” @Wayutia**.**

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]