Peringati Hari Kartini 21 April dengan Nobar Film Kartini 2017, Simak Sinopsis Kisah Perjuangannya Berikut


inNalar.com – Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April dengan beragam cara yang dilakukan, tetapi kebanyakan orang mengenakan kebaya dan sanggul khas Jawa pada kesempatan tersebut.

Kegiatan yang berulang kali dilakukan dengan cara sama dan itu-itu saja bisa membuat orang bosan, peringatan hari Kartini bisa juga ditambahkan dengan cara-cara baru yang lebih inovatif dan kreatif.

Bisa dengan mengunjungi museum atau rumah kediaman peninggalan pahlawan lainnya, seperti rumah Cut Nyak Dien di Aceh atau makamnya di Sumedang. Bisa juga nonton bareng (nobar) film perjuangan.

Baca Juga: Link Twibbon Hari Buruh 1 Mei 2022 atau May Day, Lengkap dengan Cara Pengaplikasiannya

Film berjudul Kartini yang dirilis tahun 2017 itu sangat cocok diputar kembali, generasi saat ini akan lebih cepat mengambil pelajaran dari cara-cara baru yang kreatif seperti menonton kisahnya.

Dikutip inNalar.com dari artikel Portal Jember berjudul Sinopsis Film Kartini (2017) , Diperankan Dian Sastrowardoyo Cocok Ditonton saat Momen Hari Kartini 2022 pada Senin, 18 April 2022 sosok pahlawan wanita itu bisa lebih jelas diketahui.

Film ini akan menunjukkan sosok Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang tumbuh di lingkungan ningrat.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini 21 April dengan Berkunjung ke Rumah Pahlawan Nasional Wanita, Cut Nyak Dien di Aceh

Ia menyaksikan sendiri bagaimana ibunya, Ngasirah (Christine Hakim) menjadi orang terbuang di rumah sendiri karena bukan keturunan ningrat.

Sementara ayahnya, Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo) tidak berdaya melawan tradisi yang ada.

Pada awal 1900 Masehi, orang yang diijinkan untuk menempuh pendidikan hanya keturunan ningrat.

Namun, para wanita tidak diijinkan memperoleh pendidikan tinggi, bahkan untuk seorang ningrat sekalipun.

Wanita Jawa pada saat itu hanya mempunyai satu tujuan hidup, yakni menjadi istri seorang pria.

Suatu hari, kakak Kartini yang bernama Sosrokartono (Reza Rahardian) memberikan kunci lemari yang berisi buku sebelum ia pergi ke Belanda.

Baca Juga: Teks Ceramah Nuzulul Quran, Momen Seorang Muslim Ketahui Kewajibannya Terhadap Al Quran, Sudah Dilaksanakan?

Kartini kemudian membaca buku-buku tersebut dan nalar kritisnya mulai bangkit.

Hingga suatu hari, Kartini mengajak dua saudara perempuannya, yakni Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita) untuk mendirikan sekolah bagi orang miskin.

Film ini akan memberikan gambaran bagaimana perjuangan Kartini secara realistis, namun berhubungan erat dengan penonton modern Indonesia.

Penonton bisa melihat sosok Kartini yang tidak segan melawan pihak yang bertentangan dengan prinsipnya.

Film ini memang sangat cocok ditonton saat momen Hari Kartini dan bisa disaksikan di Netflix.***

(Gufron Abdillah/Portal Jember)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]