

inNalar.com – Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18 hingga 24 April 1955 merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut hanya terjadi 10 tahun setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.
Dalam waktu yang singkat, bangsa Indonesia berani mengusulkan dan menjadi tuan rumah bagi konferensi bertaraf internasional.
Tahun ini adalah peringatan Hari KAA ke-69 yang akan jatuh pada tanggal 18 April 2022 mendatang. Berikut inNalar.com merangkumnya dalam 13 fakta unik dan menarik seputar pembukaan Konferensi Asia Afrika yang jarang diketahui publik.
1. Bandung dipilih sebagai kota perlaksanaan KAA karena dianggap sebagai satu-satunya
kota pada saat itu yang memiliki hotel dengan kualitas baik.
Selain itu, Bandung memiliki kelengkapan ruang yang representative untuk pertemuan taraf
internasional dengan gedung yang modern dan lengkap. Hotel tersebut diantaranya Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger.
2. Hotel Homann, Hotel Preanger, dan 12 (dua belas) hotel lainnya serta perumahan perorangan dan pemerintah dipersiapkan pula sebagai tempat menginap para tamu
yang berjumlah sekitar 1.300 orang.
3. 31 Bungalow di sepanjang jalan Cipaganti, Lembang, dan Ciumbeuleuit disiapkan sebagai tempat menginap para peserta. Selain itu disiapkan juga fasilitas untuk 500 wartawan dari dalam dan luar negeri.
4. Keperluan transportasi dilayani oleh 143 mobil, 30 taksi,
20 bus.
5. Jumlah sopir yang terlibat adalah 230 orang. Untuk transportasi disiapkan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin
6. Khusus untuk perhelatan ini, Presiden Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia (namanya menjadi Dai Toa Kaikan pada masa Jepang) menjadi Gedung Merdeka, Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna, dan sebagian Jalan
Raya Timur menjadi Jalan Asia-Afrika.
Baca Juga: Cak Nun Ungkapkan 3 Lapisan Langit dalam Terkabulnya Doa, Muslim Wajib Tahu
7. Undangan KAA dikirimkan kepada 25 (dua puluh lima) negara Asia dan Afrika.
Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan, yaitu Federasi Afrika Tengah (Central African
Federation), karena masih dijajah Perancis saat itu.
8. Di Bandung, tempat dilaksanakannya konferensi, dibentuk Panitia Setempat dengan ketuanya Sanusi Harjadinata, Gubernur Jawa Barat.
Tugas Panitia Setempat adalah mempersiapkan dan melayani akomodasi, logistik, transport, kesehatan, komunikasi, keamanan, hiburan, protokol, penerangan dan lainnya.
9. Pada Senin, 18 April 1955 sekitar pukul 08.30 WIB, para delegasi dari berbagai
negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka.
10. Para tamu undangan menggunakan pakaian nasional masing-masing.
11. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini dikenal dengan nama Langkah Bersejarah “The Bandung Walk.”
12. Setelah diperdengarkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”,
maka Presiden RI Ir. Soekarno mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul “Let a New Asia and New Africa be Born” (Lahirlah Asia Baru dan Afrika Baru) pada pukul 10.20 WIB.
13. Jiwa Bandung dengan Dasasilanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional.
Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau “Non-Aligned” terhadap Dunia Pertama Washington, dan Dunia Kedua Moscow.
Konferensi ini berakhir dengan sukses besar, baik dalam mempersatukan sikap dan menyusun pedoman bangsa-bangsa Asia-Afrika, maupun dalam terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi