inNalar.com – Hari hemofilia sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 April akan segera tiba, ada banyak orang tidak mengetahui apa sebenarnya hal satu ini sehingga sampai dibuatkan waktu khususnya.
Hemofilia ternyata adalah salah satu penyakit yang menyerang darah, di mana zat cair tersebut yang seharusnya dapat membeku sendiri tidak lagi bisa melakukannya karena dikehilangan protein.
Banyak orang mengira penyakit yang satu ini AIDS karena kemiripan dari gejala dan tanda-tandanya dan belum adanya obat penyembuh, padahal antara keduanya berbeda sekali serta cara penanganannya juga berbeda.
Ketidak tahuan orang tentang penyakit hemofilia membuat tingkat kepanikannya lebih tinggi, ada yang mengira jika terjadi pendarahan maka akibatnya akan fatal dan bisa kematian. Padahal masih belum tentu.
Dikutip inNalar.com dari berbagai sumber pada Jumat, 15 April 2022, 10 fakta tersebut yang pertama tentang pendertanya yang banyak dari kaum pria.
1. Lak-laki lebih mudah terkena
Menurut penelitian ilmiah, didapatkan bahwa kromosom x pada lelaki karena ada coding factor. Berbeda dengan perempuan yang kurang terdeteksi sebab hanya menjadi pembawa gen.
2. Terdapat 2 macam
Macam pertama disebabkan kurangnya factor viii pembekuan darah, sedangkan tipe kedua diakibatkan oleh sedikitnya factor ix. Walaupun demikian kedua-duanya meruapakan penyakit berbahaya.
Tranfusi darah pada penyandang penyakit hemophilia ini berbeda dengan gagal ginjal, cuci darah pada kasus ini yaitu menggunakan plasma dan oleh karenanya biayanya pun jadi membengkak.
4. Tidak menular
Hemofilia ini tidak menular, itu berarti juga penyakit ini diturunkan dari orang tua. Walaupun ada data menyebutkan 30% penderita tidak memiliki keluarga yang menderita hal serupa.
5. Disebabkan protein yang hilang
Protein adalah zat yang bekerja melakukan pembekuan terhadap darah yang ada di dalam tubuh, ketika hilang maka tidak akan terjadi dan timbulah hemophilia ini pada seseorang.
Banyak dari pada penderita mengira bahwa dirinya terkena AIDS karena memerlukan banyak darah dan harus melakukan tranfusi plasma darah , padahal hemofilia berbeda.
7. Penyakit tua
Dideteksi pada abad ke 19 dan 20 zaman kerajaan, hemophilia menjadi tergolong penyakit tua yang diderita banyak kalangan bangsawan Eropa saat itu.
9. Belum ada obatnya
Hemofilia ternyata belum ada obatnya, walaupun banyak ilmuwan yang berusaha meneliti tetapi masih dalah upaya dan belum didapatkan hasilnya. Obat yang diminum saat ini hanya sebagai pengontrol saja.
Ketika terjadi peristiwa luka pada pasien hemofilia dan mengeluarkan darah, maka tergantung dari tingkat luka. Bila luka besar serta adanya pendarahan banyak memang bisa fatal. Tetapi belum tentu bisa juga berakibat kerusakan sel jangka panjang.***