

inNalar.com – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Pulau Jawa.
Dengan kepadatang penduduk tersebut, maka mobilitas penduduk di Jawa Timur juga sangat tinggi.
Maka dari itu, keberadaan jalan bebas hambatan atau jalan tol sangat diperlukan.
Jalan tol tentunya bisa sangat mempermudah akses dan mempersingkat waktu perjalanan.
Salah satu ruas tol di Jawa Timur adalah tol Pasuruan Probolinggo.
Jalan tol Pasuruan Probolinggo mulai dibangun pada tahun 2016.
Pembangunannya dibagi atas 4 seksi dimana seksi 1 hingga 3 menghubungkan Grati dengan Probolinggo Timur.
Jalan tol ini membentang seanjang 31, 3 kilometer dan telah diresmikan pada April 2019 lalu.
Sementara itu sedangkan untuk seksi IV antara Probolinggo Timur hingga Gending sepanjang 9 kilometer mulai beroperasi sejak tahun 2023.
Mengenai pendanaan, pemerintah pun tidak main-main dan rela mengucurkan anggaran triliunan.
Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek ini mencapai Rp1,22 triliun.
Meski anggarannya jumbo, para pengendara yang melintasi tol ini masih mengeluhkan kondisi jalannya.
Para pengendara menganggap bahwa kondisi jalan tol Pasuruan Probolinggo sangat minim penerangan.
Bahkan, bisa dibilang gelap gulita yang tentunya membuat para pengguna jalan merasa cemas.
Gelapnya kondisi jalan ditengarai oleh hampir tidak ada penerangan di tol Pasuruan Probolinggo.
Penerangan hanya berada di lokasi atau titik-titik tertentu meliputi titik persimpangan susun, persimpangan exit tol dan rest area.
Mendengar keluhan tersebut, pihak Pelaksana Trans Jawa Pasuruan Probolinggo menjelaskan bahwa penerangan yang ada di jalan tol Pasuruan Probolinggo telah sesuai dengan regulasi.
Meskipun begitu, di perlintasan tol telah dilengkapi dengan berbagai pengaman.
Pengaman tersebut meliputi markah jalan dan light flector yang saat terkena lampu bisa terlihat terang pada malam hari.
Berbeda dengan jalan tol dalam kota yang memang penuh dengan penerangan, tetapi untuk jalur luar kota penerangan hanya di pasang di titik-titik tertentu.***