Peras Anggaran Rp2,2 Triliun, Proyek Bendungan di Gorontalo Ini Malah Bikin Warga Sekitar Resah, Kok Bisa?

inNalar.com – Kementerian PUPR tengah menyelesaikan beberapa proyek ambisius berupa bendungan yang ada di beberapa wilayah di Indonesia dan salah satunya berada di Gorontalo.

Proyek bendungan ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Bulango Ulu.

Lokasinya berada di Desa Tulo’a Kecamatan Bolango Utara, Desa Mongiilo dan Desa Owata di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: 4 Orang Terkaya di Indonesia Ini Masuk ke Top 100 Orang Paling Kaya di Dunia, Ada Bos Tambang dan Perbankan!

Jaraknya dari pusat Kota Gorontalo sekitar 17,5 km atau memakan waktu jarak tempuh sekitar satu jam.

Nantinya bangunan ini akan menyuplai air irigasi untuk wilayah seluas kurang lebih 4 ribu hektar.

Selain irigasi, infrastruktur ini juga akan menyediakan suplai air baku 2.200 liter per detik.

Baca Juga: Siap Dana Rp27,45 Miliar, Jembatan Terpanjang di Kalimantan Selatan Ini Bakal Dipugar Usai 26 Tahun Percantik Barito Kuala

Dilansir inNalar.com dari laman PUPR, infrastruktur ini juga diproyeksikan sebagai pembangkit listrik tenaga air dan surya.

Listrik yang dihasilkan mencapai 4,96 megawatt dan 5,5 megawatt dari PLTS.

Tak hanya itu, bendungan ini juga bisa mereduksi banjir 414,22 meter kubik per detik.

Baca Juga: Kalahkan Bos Djarum dan BCA, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya di Indonesia, Kekayaannya Capai…

Tak heran bila biaya yang digelontorkan untuk pembangunannya menghabiskan dana fantastis.

Untuk merealisasikan bendungan Bulango Ulu, pemerintah menghabiskan biaya sekitar Rp2,2 triliun.

Memiliki banyak manfaat dan menghabiskan dana fantastis, proyek ini malah bikin masyarakat setempat resah.

Baca Juga: Bakal Untungkan Negara Rp586 T, Proyek LNG Blok Masela di Maluku Tenggara Ini Bakal Ditambah Komponen CCS dengan Daya Serap CO2 1,2 Gigaton

Truk-truk maupun alat berat yang melintas lalu lalang membawa dampak bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut mengakibatkan debu yang berterbangan dan membuat warga tidak nyaman.

Warga khawatir debu yang berterbangan itu memicu penyakit atau berdampak buruk bagi warga, seperti kecelakaan.

Baca Juga: Sempat Ditinggal Shell, Proyek LNG Senilai Rp324 T di Maluku Tenggara Ini Akhirnya Dimulai, Kini Blok Masela Dirangkul Perusahaan…

Mengingat banyak anak-anak juga yang bermain di bahu jalan sekitar. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]