

inNalar.com – Lombok Utara adalah salah satu daerah di Provinsi NTB dimana pembangunan infrastrukturnya cukup baik.
Namun, tak semua pembangunan di sana rampung dalam waktu yang semestinya.
Adapun salah satu proyek Jembatan di Lombok Utara yang pembangunannya sempat mangkrak.
Proyek tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Jembatan Tampes.
Jembatan ini mulai dibangun pada April 2019 dan ditargetkan rampung 198 hari kemudian.
Lokasi pembangunannya berada di Desa Selengen, Kabupaten Lombok Utara, NTB.
Mangkraknya jembatan tersebut dikarenakan pemegang tender yang mengerjakan jembatan tersebut tidak menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kontrak.
Progres pembangunannya hanya sekitar 14 persen dan hanya mampu membangun jembatan sepenjang 50 meter.
Akhirnya, pemerintah setempat memutus kontrak pada November 2019 lalu.
Diketahui bahwa pemenang tender yang seharusnya menyelesaikan Jembatan Tampes ini bermasalah para peralatan.
Jadi, terdapat alat yang seharusnya sudah tersedia, tetapi nyatanya belum ada.
Selain itu, terdapat hambatan yang berkaitan dengan pekerja yang membuat proyek ini tak selesai.
Tak heran bila biaya yang dibutuhkan untuk membangun jembatan ini tidaklah main-main.
Pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp36 miliar untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur ini.
Maka dari itu, sebagai gantinya pemerintah membangun jembatan darurat untuk menghubungkan jalan nasional Tanjung – Bayan Lombok Utara yang akan tuntas seminggu lagi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi