Peran Penting Soeharto Mengundang Berbagai Pujian, Ini Dampak Serangan Umum 1 Maret 1949 Bagi Warga Indonesia

inNalar.com – Terlepas dari siapa yang sebenarnya yang memiliki ide Serangan Umum pada 1 Maret 1949, peran Soeharto telah mengundang berbagai pujian.

Merujuk peran Soeharto, padahal dunia internasional sendiri memberikan tekanan yang keras kepada Belanda untuk mengakhiri upaya mereka mempertahankan kolonialismenya di Indonesia.

Salah satu negara yang paling keras mengecam Belanda adalah negara Amerika Serikat. Lalu, bagaimana peran Soeharto?

Baca Juga: Harta Anjlok 50 Persen Setelah Menjabat, Dokter Aziz, Walikota Magelang Ini Dulu Total Kekayaannya Mencapai…

Bahkan, Amerika Serikat tidak segan untuk memberikan sanksi politik juga finansial kepada Belanda.

Sementara itu, di dalam negeri efek serangan ini benar-benar luar biasa. Soeharto mengambil sikap.

Pada pejuang di daerah lain seperti semakin bergairah dan smakin terinspirasi untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda.

Baca Juga: Habiskan Puluhan Miliar, 7 Proyek di Sumatera Utara Diduga Mangkrak Bahkan Fiktif? Belum Dipakai Sudah Rusak!

Beberapa pemimpin negara boneka kemudian mengubah sikap mereka berbalik mendukung Republik Indonesia.

Para pemimpin sipil yang dibuang di Bangka semakin membulatkan tekad mereka untuk menolak bekerjasama dengan Belanda.

Dilansir inNalar.com dari buku Biografi daripada Soeharto, setelah dilangsungkannya Serangan Umum 1 Maret, perjuangan gerilya semakin meningkat.

Baca Juga: Harta Kekayaan Wakil Wali Kota Blitar Ini Melebihi yang Dimiliki Gubernur Jawa Timur, Hampir Rp50 Miliar!

Bahkan, gerilya-gerilya tersebut juga dilakukan pada siang hari untuk melawan Belanda.

Kemudian, Belanda yang telah kehilangan dukungan dari sekutu terkuatnya, Amerika Serikat lalu merasa putus asa melanjutkan misi mereka di Indonesia.

Pengalaman buruk di masa lampau telah mengikis keprcayaan pihak militer kepada Belanda.

Jalan diplomasi tidak lagi dipercaya sebagai solusi untuk mengakhiri kolonialisme.

Maka dari itu, para pejuang gerilya terus melanjutkan serangan-serangan mereka kepada pasukan Belanda.

Menurut sebuah laporan intelejen Belanda, Djatikusumo, Nasution, Soeharto dan lainnya telah bertemu dengan pihak Belanda di Jiwosari untuk menggencarkan perjuangan tanpa memedulikan hasil dari diplomasi politik oleh elite sipil.***

 

Rekomendasi