Penulis Buku Anti Islam Menjadi Muallaf: Jangan Hanya Melihat Perilaku Muslim dari Luarnya

InNalar.com – Dinarasikan dari kanal YouTube berjudul “towards eternity” diceritakan bagaimana penulis Anti-Islam, Joram Van Klaveren, berakhir menjadi seorang Muslim.

Lahir pada 23 Januari 1979 di Amsterdam, Klaveren dibesarkan dalam keluarga Protestan biasa.

Dia sempat menjadi seorang pengajar, berkecimpung dalam politik untuk Partai Kebebasan, menjadi anggota Parlemen, dan memutuskan untuk menulis buku anti-Islam.

Namun, perjalanannya dalam menulis justru membawanya dalam pencarian spiritualitas yang akhirnya mengantarnya menjadi seorang Muslim.

Baca Juga: Mengapa Harus Mengajarkan Anak Ilmu Agama? Investasi Terbaik Akhirat Mendidik Generasi Sholeh dan Sholehah

Sebelum menjadi Muslim, Klaveren adalah seorang Kristen Protestan yang dilahirkan dalam keluarga yang religius.

Dia percaya pada adanya Pencipta, surga dan neraka, malaikat, dan wahyu. Dia percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Tuhan dan secara filosofis, percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Dalam sejarah tercatat, setelah pembunuhan Theo Van Gogh di Belanda, Klaveren memandang Islam sebagai ancaman dan memutuskan untuk menulis buku anti-Islam.

Baca Juga: Tidak Hanya Lisan, Inilah Cara Bersyukur Terhadap Nikmat Allah SWT yang Patut Diterapkan dalam Keseharian

Walau begitu, dalam proses menulis buku tersebut, dirinya justru tertarik pada konsep-konsep Tuhan dalam Islam yang akhirnya mengantarnya menjadi seorang Muslim.

Dalam proses penulisan, Klaveren pernah berkonsultasi dengan Sheikh Abdul Hakim Murat, seorang profesor dari Cambridge University.

Sheikh Abdul Hakim menyarankannya untuk membaca lebih banyak tentang Islam dari sudut pandang umat Muslim dan membandingkannya dengan pandangan non-Muslim.

Baca Juga: Merasa Kurang Bersyukur? Jarang Disadari, Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan Menurut Ustadz Musta’an, Lc

Dari sanalah, Klaveren mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang Islam, yang akhirnya menumbuhkan keraguan terhadap keyakinannya sendiri.

Setelah banyak membaca tentang kehidupan Nabi Muhammad dan melakukan perbandingan antara nabi-nabi dalam Alkitab Lama dengan Muhammad, Klaveren merasa memiliki alasan yang cukup untuk menerima bahwa Muhammad adalah nabi.

Pada akhirnya, Klaveren merasa bahwa dia mungkin telah menerima bahwa Muhammad adalah seorang nabi juga.

Baca Juga: Memaafkan dalam Islam Menurut Ustadz Khalid Basalamah: Tanda Kesempurnaan Akhlaq dan Tingginya Iman

Pada suatu malam, ketika Klaveren mencari “tanda” dari Tuhan, dia berkata, “Tuhan, beri saya tanda, agar saya yakin ini adalah jalan yang benar.” Dia kemudian tidur dan saat bangun, dia merasa sangat tenang.

Dia merasa telah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, dan itulah pertama kalinya dia merasa bahwa dia mungkin sudah menjadi seorang Muslim.

Reaksi orang di sekitarnya sebagian besar negatif ketika dia menjadi Muslim. Ibunya menangis dan istrinya masih cukup terbuka tentang hal itu.

Lingkungan pekerjaan yang pernah dia miliki juga menjadi agresif dengannya, dia bahkan menerima lebih dari 2000 ancaman pembunuhan.

Baca Juga: Begini Ternyata Posisi Tidur yang Baik Menurut Rasullullah SAW, Jika Diterapkan Bisa Buat Badan Sehat Loh!

Menjadi Muslim adalah tantangan besar bagi Klaveren.

Namun, Klaveren merasa bahagia setelah menjadi Muslim. Dia mengajak semua orang untuk menjadi Muslim karena menurutnya, menjadi Muslim memberikan kedamaian dalam jiwa dan hati.

Klaveren mengajak semua orang untuk membaca dan mempelajari lebih banyak tentang kehidupan Nabi Muhammad.

Dia menyarankan jangan hanya melihat perilaku Muslim, karena banyak Muslim yang tidak hidup sesuai dengan ajaran Islam. Contoh terbaik untuk dipelajari adalah kehidupan sang Nabi.

Baca Juga: Keajaiban Munajat Malam: Menyelami 5 Manfaat Utama Sholat Tahajud bagi Jiwa dan Raga Seorang Muslim

Dengan mempelajari kehidupannya, mungkin Anda akan menemukan petunjuk yang akan membantu Anda menemukan kebenaran.***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]