Penting Untuk Diperhatikan! Inilah 4 Adab dan Etika Membaca Al Quran


inNalar.com – Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi petunjuk dan pedoman kehidupan. Didalamnya terdapat berbagai macam cara berinteraksi dengan manusia (Mu`amalah Maan Naas) dan berinteraksi dengan Allah (Mu`amalah Ma`a Allah) agar umat Islam tidak salah jalan.

Tidak hanya berhenti disitu, Mu`jizat terbesar nabi Muhammad SAW. itu juga memberikan presisi gambaran di masa lalu dan di masa depan. Kebenarannya menjadi dasar awal ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ilmuwan.

Selain itu, Al-Quran juga memberikan nuansa berbeda jika dibaca atau diperdengarkan. Tidak seperti hal yang lain membaca Al-Quran serta meninggikan bacaannya dapat memberikan pahala bagi yang melantunkan sekaligus mendengarkan.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al Ikhlas: Menyelamatkan dari Gelapnya Alam Kubur dan Seramnya Hari Kiamat

Bahkan, ilmu neurologi, cabang ilmu dalam bidang kedokteran yang berfokus pada otak dan sistem saraf, mengatakan bahwa membaca dan mendengarkan Al-Quran dapat mengurangi stres yang ada di otak kita.

Oleh karena manfaatnya yang begitu besar, melantunkan Al-Quran tidak sepele seperti kita membaca buku biasa. Terdapat beberapa adab untuk menyempurnakan hati kita agar bacaan kita diterima serta berpengaruh positif bagi diri kita.

Dalam bukunya Sariy`u Al-Khathiril Qur`an, Syeikh Abdul Syu`aib menjelas beberapa adab dan etika yang harus kita lakukan ketika membaca ayat-ayat Allah SWT yaitu:

1. Membersihkan Mulut dan Gigi dengan Siwak atau Sejenisnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan agar nafas kita tidak bau dan tidak terdapat sisa-sisa makanan yang menempel pada sela-sela gigi kita.

Al-Mawardi seorang pengikut Syafi`i berkata bahwa bersiwak hendaknya kita menggosok gigi bagian luar dan juga bagian dalam. Jika kita hanya membersihkan bagian luar gigi, ditakutkan masih terdapat sela-sela makanan di bagian dalam gigi kita.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Bertema Dahsyatnya Nikmat Kesehatan, Dapatkan Lengkap di Sini

2. Dalam keadaan Suci dari Hadast Besar dan Hadast Kecil.
Membaca Al-Quran dalam keadaan suci berarti kita mengahadap kepada tuhan dengan keadaan sempurna lahir dan batin.

Bagi kaum muslim yang dalam keadaan junub atau haid, maka diharamkan untuknya membaca Al-Quran dengan suara. Jika mereka hanya melihat mushaf tanpa melafalkannya atau membaca dalam hati itu dibolehkan menurut ijma`.

Dianjurkan bagi mereka yang dalam keadaan demikian, untuk membaca takbir, tahlil, tahmid, shalawat kepada nabi Muhammad SAW, serta dzikir-dzikir lainnya.

3. Membaca di tempat yang bersih dan terpilih.
Sejumlah ulama` menganjurkan kita membaca Al-Quran di masjid karena meliputi kebersihan dan kemuliaan lantaran merupakan tempat terbaik di muka bumi menurut hadist nabi Muhammad SAW.

Hendaknya jika kita memasuki masjid demi membaca Al-Quran untuk berniat i`tikaf. Keutamaan ini akan membuahkan pahala i`tikaf serta membaca Al-Quran sekaligus pada satu waktu.

Baca Juga: Al Quran Surah Al Mudassir Ayat 41 Sampai 48 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

4. Duduk Tenang Dengan Menundukkan Kepala Sembari Menghadap Kiblat.
Jika kita membaca Al-Quran hendaknya kita duduk dengan keadaan yang khususk dan stabil dengan menundukkan pandangan kita seakan-akan kita disimak oleh guru kita.

Adab ini akan membuat kita merasa diawasi oleh Allah SWT ketika membaca Al-Quran dengan sepenuh hati. Jika kita malu kepada guru ngaji kita, tentu kita lebih malu kepada Tuhannya yang Maha Mendengar.

5. Dimulai dengan Taawudz dan Basmalah.
Taawudz adalah mengucapkan kalimat audzubillahiminasyaitonirojim yang berarti aku berlindung atas nama Allah dari setan yang terkutuk. Sedangakan basmalah adalah mengucapkan kalimat bismillahirohmanirohim yang merupaka bagian dari awal surat Al-Quran.

Adab-adab diatas hendaknya kita penuhi dengan seksama karena merupakan kunci agar kita mendapatkan kemuliaan Al-Quran.*** (Dadang Irsyamuddin)

 

Rekomendasi