Pensiun 2017, Pabrik Gula di Jatim Ini Punya Mesin Berstyle Kolonial Belanda, Ada Ruangan Bawah Tanah untuk…

inNalar.com – Penjajahan dari kolonial Belanda yang berlangsung selama bertahun-tahun tidak hanya meninggalkan luka dan trauma, namun, juga bangunan-bangunan yang memiliki berbagai fungsi.

Sebagai contohnya saja adalah sebuah pabrik gula yang ada di Jawa Timur ini.

Pabrik ini bernama Pabrik Gula Tulangan yang berada di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga: Mampu Hasilkan 400 Ton, Pabrik Gula Terbesar Se-Asia di Karanganyar Ini Terpaksa Tutup, Tapi Kini…

Tempat pembuatan gula ini dibangun pada tahun 1850-an dan pengelolaannya dilakukan oleh PTPN X.

Akan tetapi, pabrik gula yang ada di Sidoarjo Jawa Timur ini sudah berhenti beroperasi sejak tahun 2017 lalu.

Meski sudah tidak beroperasi selama bertahun-tahun, namun, gedung dari tempat pembuatan gula ini masih kokoh berdiri hingga saat ini.

Baca Juga: Punya 6 Stasiun di Atas dan Bawah Tanah, Pabrik Gula Era Kolonial di Sidoarjo Ini Terbengkalai, Malah Jadi…

Tidak hanya itu, bahkan, area pabrik ini juga dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk membuka pasar malam.

Selain itu, meski sudah tidak digunakan, bangunan ini masih memiliki keterikatan yang erat dengan sejarah industri gula di Indonesia.

Karena itu, gedung ini termasuk ke dalam situs berkelanjutan yang dapat berubah menjadi sebuah cagar budaya.

Baca Juga: Beroperasi 191 Tahun Lamanya, Pabrik Gula Pertama di Jawa Tengah Ini Harus Merugi hingga Bangkrut, Sekarang…

Penentuan daripada Pabrik Gula Tulangan sebagai situs berkelanjutan ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur.

Dilansir inNalar.com dari akun Youtube Balai Pelestarian Kebudayaan Wlayah XI, penetapan tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap Pabrik Gula Tulangan.

Pendataan dilakukan dengan mengobservasi bangunan pabrik beserta seluruh mesin dan barang-barang yang masih ada di dalam pabrik.

Dari hasil observasi tersebut, diketahui jika bangunan tempat pembuatan gula ini terdiri dari beberapa stasiun dengan fungsi masing, ketel, dan gudang.

Adapun stasiun-stasiun tersebut adalah stasiun besali, stasiun penggilingan, produksi, dan ketel.

Menariknya, seluruh bagian yang tersebut di atas tidak hanya berada di atas anah saja, namun, juga terdapat beberapa ruangan bawah tanah dengan fungsi yang sama.

Pendataan dari pabrik gula di Sidoarjo, Jawa Timur ini tidak hanya dilakukan di pabrik saja. Namun, juga dilakukan di beberapa rumah di sekitarnya.

Selain itu, juga terdapat alat-alat produksi peninggalan Belanda, seperti mesin giling dan tubuhnya juga rel lori.***

 

Rekomendasi