

inNalar.com – Pada kajian Gus Baha terbaru 2022 dijelaskan mengenai sah tidaknya sholat seseorang saat dilakukan namun masih memikirkan utang.
Gus Baha terbaru 2022 pada ceramahnya juga mengingatkan bahwa sholat adalah amalan utama yang akan dimintai pertanggungjawabannya.
Pelaksanaan sholat harus dilakukan dengan khusyu kata Gus Baha terbaru 2022, hal tersebut dilakukan agar ibadah tersebut sah di hadapan Allah.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Menumbuhkan Rasa Cinta yang Besar Terhadap Rasulullah SAW
Lantas apakah sholat menjadi sah jika dilakukan namun masih memikirkan utang? Simak penjelasan Gus Baha terbaru 2022 di sini.
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “Sholat Tapi Masih Mikirin Hutang Apakah Masih Sah? Gus Baha Beri Penjelasan”.
Sholat merupakan ibadah yang wajib dikerjakan oleh semua umat Islam. Terdapat sejumlah keutamaan yang dapat diraih setiap Muslim yang menunaikan ibadah Sholat.
Sholat juga adalah waktu di mana kita merefleksikan serta berserah diri kepada Allah SWT.
Dalam momen sakral ini, kita seakan melepas dunia sejenak untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.
Namun, bagaimana jika dalam sholat pikiran kita tidak fokus dan masih memikirkan kepentingan dunia, utang, uang atau memikirkan hal lainnya?
Disinilah KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan tentang hal tersebut.
“Manusia itu sukses membuat jengkel setan, karena jaman gini kok ada orang sujud, jaman gini kok ada orang sedekah, jaman gini kok ada orang baca Al Quran itu setan sudah kalah,” ujar Gus Baha.
“Dan kita harus yakin itu semua kehendak Allah,” imbuhnya.
Dalam menerangkan hal tersebut Gus Baha memberi analogi yakni seperti saat memberi makan kepada Rukhin.
Lalu saat diberi makanan ternyata tidak ada lauk yang lengkap tetapi Rukhin masih makan dengan lahap.
“Jadi ibarat kayak gini misalnya saya ketemu rukhin dan saya beri nasi, tapi nasinya tidak ada tempenya tapi rukhin makan dengan asik padahal itu jauh dari sempurna gak ada lauk pauknya tidak 4 sehat 5 sempurna dan dia makan dengan senang tentu membuat saya senang,” ujar Gus Baha.
Hal ini menurut Gus Baha dijelaskan sama seperti sholat, dimana saat sholat pasti mengingat utang, ingat uang serta ingat hal lain dan ini memang tidak begitu benar.
“Sama kita dikasih sholat, bentuknya sholat yang dikasih Allah SWT ya sudah kayak gini pasti ingat utang, ingat duit, sholatnya tidak begitu benar tapi itu dari Allah SWT,” ungkap murid KH Maimun Zubair tersebut.
“Padahal di luar kita masih ada orang yang sama sekali tidak sholat ya sudah kita syukuri saja sholat kita tersebut,” jelasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA ini menerangkan, saat sholat dengan berfikir utang atau hal lain maka hendaknya tetap bersyukur saja dan tidak perlu memaksakan untuk sempurna.
“Itu lebih baik daripada kamu memaksakan sempurna. Sebab kalau memaksakan sempurna kemudian setelah sholat kamu mengeluh tidak sempat baca doa,” sambung Gus Baha.
“Kalau kamu memaksakan sempurna akhirnya ibadah dianggap problem, ibadah dianggap musykilah sesuatu yang menjengkelkan, sesuatu yang tidak mengenakkan akhirnya kamu mensifati ibadah itu problem, ini merupakan cita-cita setan,” tutupnya.***
(David Tomi Anggara/Portal Jember).
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi