

inNalar.com – Nekara adalah istilah bagi gendang perunggu berbentuk seperti dandang berpinggang pada bagian tengahnya dengan selaput suara berupa logam atau perunggu.
Nekara umumnya dibuat pada masa praaksara tepatnya zaman logam, perunggu atau masa perundagian. Pada masa ini terjadi berbagai kemajuan teknologi, misalnya dalam teknik peleburan, percampuran dan penuangan logam.
Kebudayaan ini dibawa oleh suku Dong Son yang berkembang di Cina Selatan dan Asia Tenggara 1000 s.d. 500 tahun SM. Fungsi nekara secara umum adalah sebagai alat musik.
Baca Juga: UAH Berkata, Terdapat Waktu Singkat di Hari Jum’at yang Sangat Mustajab untuk Digunakan Berdoa
Pada zamannya, nekara dianggap benda suci yang berfungsi sebagai benda upacara. Dalam hal keagamaan, nekara digunakan sebagai alat komunikasi, sarana upacara khususnya memanggil hujan dan dijadikan simbol.
Sebagai alat tabuh, nekara digunakan pada saat upacara keagamaan yang dihubungkan dengan bunyi-bunyian atau suara. Selain itu, nekara juga memiliki fungsi politik sebagai isyarat bahaya atau isyarat perang.
Dan fungsi sosial budaya sebagai simbol status sosial, perangkat upacara dan karya seni yang mempunyai daya magis religius.
Baca Juga: Bukti AS Jadikan Ukraina Sebagai Boneka Perang dengan Rusia, Ditelanjangi oleh Medianya Sendiri
Terdapat juga temuan tulang dan gigi dari manusia berjenis kelamin perempuan berusia 20-25 tahun dan berasal dari masa prasejarah dengan ras mongoloid di dalam nekara. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa fungsi nekara tersebut adalah sebagai wadah mayat.
Di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe Nekara yaitu Heger I, II, dan Pejeng.
Sebagai sebuah seni, nekara memiliki fungsi estetis. Pada Nekara terdapat ornamen atau hiasan-hiasan berupa geometris, zoomorfik, manusia, perahu, topeng, hewan motologis, dan sebagainya.
Motif hias yang dominan dan menjadi ciri nekara adalah motif bintang bersudut 8, 10, 12, 14 dan 16 ditengah tympanum (bidang pukul).
Nekara perunggu menggunakan pola hiasan berbentuk beberapa orang yang tengah menari dengan menggunakan hiasan bulu burung dan terdapat hiasan gambar perahu. Hiasan perahu pada nekara itu diduga adalah perahu jenazah yang berisi mayat.***