

InNalar.com – Dalam hidup, seringkali kita terjebak dalam pencarian pengakuan, penilaian dan pujian dari sesama manusia.
Padahal, bukankah seharusnya kita berusaha untuk mendapatkan pengakuan, keridhaan dan pujian dari Allah SWT?
“Capek saudara-saudara, jika kita ingin mencari pujian dari manusia,” ungkap ustadz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya.
Manusia bisa berubah, penilaian mereka bisa berubah seketika. Namun, jika Allah sudah menetapkan kita sebagai orang baik, tidak ada yang bisa mengurangi kebaikan tersebut.
Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah berkata:
“Sesungguhnya Allah tidak memandang pada wajah dan harta kalian, tetapi Allah melihat ke hati dan perbuatan kalian.” (HR Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa penilaian Allah terhadap kita bukan berdasarkan penampilan luar, tetapi melalui hati dan amal perbuatan kita.
Bagi sebagian orang, berusaha memuaskan orang lain bisa menjadi beban yang sangat berat.
Selera manusia berbeda-beda, apa yang disukai oleh satu orang bisa jadi tidak disukai oleh orang lain.
Itu sebabnya kita merasa “capek”. Kita sering lupa bahwa sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana Allah menilai kita.
Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13 Allah Swt berfiman:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
Artinya, kedudukan seseorang dimata Allah tidak ditentukan oleh ras, suku, ataupun status sosial, melainkan ditentukan oleh takwa.
Orang yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling takut kepada-Nya dan mentaati semua perintah-Nya.
Terkadang kita merasa bahwa kebaikan kita tidak diakui oleh sesama manusia. Namun, kita perlu ingat bahwa Allah melihat segalanya.
Bahkan, menurut sebuah hadits:
“Barangsiapa yang mencari keridaan Allah dengan mendatangkan kemarahan manusia, Allah akan cukupkan baginya urusan manusia. Dan barangsiapa mencari keridhaan manusia dengan mendatangkan kemarahan Allah, Allah serahkan kepadanya urusannya kepada manusia.” (HR Tirmidzi).
La Tahzan, jangan bersedih. Jika mungkin sekarang Anda merasa tidak dihargai oleh manusia. Tenang saja, Allah Maha Melihat.
Bentuklah diri kita menjadi hamba yang selalu berusaha untuk mencari keridhaan Allah, bukan keridhoan manusia.
Mari kita bermuhasabah, apakah selama ini kita sudah benar-benar melakukan segala sesuatu karena Allah atau masih mencari pengakuan dari manusia?
Sepanjang kita berusaha dan berdoa, insya Allah, usaha kita tidak akan pernah sia-sia di mata Allah. Seperti sabda Rasulullah Saw.
“Bersemangatlah kalian pada apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan pada Allah dan janganlah merasa lemah” (HR Muslim). ***