Pengusaha Asal Minang Investasi Rp1 Triliun Guna Proyek Kawasan Bisnis di Padang, Sempat Tertunda Selama 10 Tahun?

inNalar.com – Pengusaha asal Padang yang menjadi CEO Basko Group, Basrizal Koto berinvestasi untuk proyek kawasan bisnis.

Tak tanggung-tanggung, pendiri sekaligus owner Basko Group tersebut berinvestasi sebesar Rp1 triliun.

Hal tersebut merupakan wujud komitmennya untuk menjadikan Padang sebagai kota modern dan maju.

Baca Juga: Gelontorkan Cuan Rp1,3 Triliun, Smelter Titanium Pertama Indonesia Dibangun di Bangka Belitung Hasilkan 100 Metrik Ton

Proyek kawasan bisnis tersebut nantinya akan dikenal dengan nama Padang Green City.

Lokasi dari Padang Green City berada di alan By Pass, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Sebenarnya, proyek ini seharusnya telah rampung pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga: Gelontorkan Cuan Rp1,3 Triliun, Smelter Titanium Pertama Indonesia Dibangun di Bangka Belitung Hasilkan 100 Metrik Ton

Pada saat itu, Pembangunannya dipercayakan kepada PT Wijaya Karya.

Namun, sayangnya proyek tersebut baru dilanjutkan sepuluh tahun kemudian.

Kawasan Padang Green City ini dibangun di atas area lahan seluas 40.000 meter persegi.

Baca Juga: PT Pertamina Gandeng Perusahaan Asal Aljazair untuk Eksplorasi Bisnis Migas di Luar Negeri, Teken Kontrak hingga 2025?

Bangunan diatas lahan tersebut nantinya akan menjulang setinggi 5 lantai.

Pembangunan kawasan ini nantinya akan dilakukan melalui beberapa tahap.

Tahap pertama dilakukan dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar.

Baca Juga: Telan Rp1,6 Triliun, Bendungan Berkapasitas 98 Juta M3 di Konawe Sulawesi Tenggara Rampung Lebih Cepat Berkat Gunakan Sistem Digital BIM, Apa Itu?

Kemudian, dilanjutkan dengan tahap 2 sampai selesai dengan total investasi senilai Rp1 triliun.

Meskipun pembangunannya baru saja dimulai, tetapi banyak ruang di kawasan tersebut yang disewa oleh tenant-tenant besar.

Kawasan tersebut nantinya akan dibangun mall, hotel, dan fasilitas lainnya.

Dengan rampungnya proyek ini nantinya akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.***

Rekomendasi