

inNalar.com – Pada 29 Januari 2024, lebih banyak keluarga Palestina yang mengungsi dari Khan Younis.
Sebagian warga Palestina mengambil jalan tanah untuk mendekatkan diri ke kota Rafah di sepanjang perbatasan dengan Mesir.
Sebagian lainnya menuju ke barat yakni daerah yang disebut Al-Mawasi.
Daerah tersebut merupakan tempat penduduk berdesakan untuk mengungsi dari serangan Israel.
Seorang warga Palestina mengatakan bahwa orang-orang disana seperti telah kehilangan kemampuan berpikir dan merasakan.
Mereka bergerak seperti robot dan hanya masalah waktu sebelum Israel mengirim tank ke daerah Al-Mawasi juga.
Sementara di Khan Younis pertempuran antara Israel dan Hamas masih berkecamuk.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf Al-Qidra mengatakan 165 orang tewas dan 290 luka-luka dalam sehari.
Secara keseluruhan, total korban tewas dalam serangan Israel sejak perang dimulai menjadi 26.422 orang.
Sementara itu, pada hari Minggu 28 Januari 2024 ribuan warga Israel, para menteri sayap kanan bersama sekutu Netanyah menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza.
Dilansir inNalar.com dari english.aawsat, politisi penghasut tersebut mengatakan Israel harus “mendorong emigrasi sukarela” warga Palestina dari Gaza.
Bahkan, di luar pusat konvensi pedagang menjual kaos bertuliskan “Gaza adalah bagian dari tanah Israel”.
Para pembicara pada acara tersebut mendesak perdana menteri untuk mewujudkan impian kontroversial mereka.
Beberapa pihak menganjurkan deportasi warga Palestina di Gaza dan menyatakan bahwa permukiman adalah satu-satunya cara untuk menjamin keamanan bagi warga Israel.
Meskipun begitu, dalam pernyataan resminya Netanyahu telah menolak pemukiman kembali di wilayah Palestina.***