

inNalar.com – Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan sebanyak 74 ribu warga Palestina mengungsi ke 64 sekolah dan tempat penampungan terkait di Jalur Gaza.
Agensi tersebut menambahkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka, bahwa jumlah tersebut kemungkinan besar akan terus meningkat.
Seiring dengan berlanjutnya pemboman Israel dengan kekerasan dan serangan udara, di jalur Gaza terhadap warga sipil.
Baca Juga: Update: Ribuan Orang Tewas di Pihak Hamas dan Israel, Ada Kalangan Warga Sipil dan Tentara Militan
Ketegangan berkepanjangan yang terjadi antara Israel dan Hamas ini telah mencapai puncaknya, saat Israel resmi mengumumkan perang pada kelompok militan Palestina, Hamas.
Pengumuman atas perang oleh Israel ini memicu adanya operasi militer secara besar-besaran kepada wilayah Gaza, Palestina.
Serangan yang dilakukan oleh Hamas mencatat sebanyak lebih dari 700 warga Israel tewas, dan menjadi hari paling mematikan bagi warga Israel dalam beberapa dekade.
Serangan balik yang dilakukan Israel juga telah menewaskan sebanyak hampir 500 warga di Jalur Gaza.
Angka Tersebut termasuk memakan korban anak-anak, remaja hingga ornag dewasa lainnya.
Dilansir inNalar.com dari laman situs Wafa.ps, selain itu UNRWA juga menyebut jika sekolah yang menampung keluarga dengan jumlah 225 orang pengungsi di Jalur Gaza menjadi sasaran pemboman langsung.
Sehingga menyebabkan kerusakan yang parah pada sekolah tersebut, sehingga tim UNRWA telah menyediakan tempat berlindung dan air bersih bagi para keluarga.
Selain itu perbekalan sedang disiapkan untuk dikirimkan kepada keluarga-keluarga tersebut, termasuk makanan dan perlengkapan kebersihan.
UNRWA menyerukan untuk melakukan perlindungan warga sipil setiap saat dan gencatan senjata segera.
Selain itu juga Tim menekankan terhadap perlunya menyelamatkan sekolah-sekolah dan infrastruktur sipil lainnya.
Diantaranya yakni penyelamatan pada sekolah-sekolah yang menampung keluarga-keluarga pengungsi, dari serangan sedang terjadi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi