

inNalar.com – Salah satu ambisi besar Amerika Serikat adalah menjadi pemimpin dalam produksi energi dan penelitian ilmiah.
Hal tersebut terwujud dalam banyak megaproyek, salah satunya adalah Superconducting Super Collider atau ang disingkat dengan SSC.
Amerika merancang megaproyek ini menjadi akselerator partikel terbesar yang ada di dunia.
Dengan harapan nantinya dapat membawa AS ke garis depan dalam fisika partikel dan eksplorasi energi.
Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, SSC berakhir sebagai salah satu kegagalan paling mencolok dalam sejarah proyek ilmiah negara ini.
Megaproyek Superconducting Super Collider (SSC) dimulai pada tahun 1983 di Texas.
Baca Juga: Sepadan dengan Harga Rp508 Miliar? Begini Pesona Jembatan Layang Terindah di Sumatera Barat
Hal ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas penelitian fisika partikel di Negeri Paman Sam Tersebut.
Dengan anggaran awal proyek diperkirakan sekitar 4,4 miliar Dollar, tetapi seiring berjalannya waktu, biaya tersebut meningkat menjadi lebih dari 12 miliar Dollar.
Proyek ini akan berupa terowongan dengan panjang yang mencapai 87,1 kilometer.
Yang bertujuan untuk mengeksplorasi fisika partikel dan mencari Higgs boson serta partikel lainnya yang dapat menjelaskan struktur dasar materi.
Pembangunan SSC dimulai dengan excavasi yang signifikan, termasuk 17 akses lubang dan 14,6 mil terowongan yang telah dibor.
Namun, pada tahun 1993, pemerintah Amerika Serikat menghadapi pemotongan anggaran yang drastis, yang berdampak langsung pada pendanaan proyek ini.
Baca Juga: BRI Tingkatkan Layanan Bank Kustodian dengan Fitur Multi-Share Class untuk Akses Keuangan Lebih Luas
Dari hal tersebut memunculkan berbagai faktor yang membuat megaproyek ini perlahan-lahan mulai menjadi tidak operasional.
Superconducting Super Collider ini mengalami masalah serius dalam bidang manajemen dan perencanaannya.
Kurangnya perencanaan yang matang menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan dan pengeluaran anggaran yang terus membengkak.
Lalu seiring berjalannya waktu, munculnya proyek-proyek lain di luar negeri, seperti Large Hadron Collider (LHC) di CERN, yang menarik perhatian komunitas ilmiah global.
Sehingga terjadi penurunan minat politik dan publik terhadap SSC, yang berpengaruh pada penurunan dukungan untuk proyek ambisius tersebut.
Tak hanya itu dalam pembangunannya SSC ini juga melakukan penggusuran lahan dan bisa berkemungkinan berdampak buruk pada lingkungan.
Sehingga banyak ilmuwan dan aktivis lingkungan yang menyoroti dan mengecam pembangunan dari akselerator partikel terbesar ini.
Akhirnya proyek ini resmi di tutup oleh Bill Clinton selaku Presiden Amerika Serikat masa saat itu.
Tentu saja kegagalan ini secara langsung berdampak pada ekonomi juga finansial AS yang sangat merugi miliaran dollar.
Penutupan SSC juga membuat ribuan lapangan kerja yang seharusnya tercipta melalui pembangunan megaproyek ini juga hilang.***