Penghasilan Nelayan Merosot, Proyek Reklamasi di Pesisir Pantai Bandar Lampung Bakal Mangkrak Lagi?

inNalar.com – Proyek reklamasi yang dilakukan di sekitar pesisir pantai Bandar Lampung nampak memberikan dampak serius bagi kehidupan para nelayan yang tinggal di sekitarnya.

Sebab, aktivitas penimbunan pasir di sepanjang pesisir Pantai Karang Jaya, Bandar Lampung tersebut telah menyebabkan para nelayan kesulitan melaut.

Nelayan yang tidak memiliki perahu mesin adalah mereka yang paling merasakan dampak besar dari proyek reklamasi di pesisir Bandar Lampung ini.

Baca Juga: Gelontorkan Rp67 Miliar, Dome Fasilitas Olahraga Megah di Kalimantan Utara Ini Terlantar Karena Tidak Ada…

Diketahui pelaksanaan proyek reklamasi tersebut berada di bibir Pantai Karang Jaya, tepatnya di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Proyek reklamasi tersebut diketahui telah berjalan selama tiga bulan terakhir.

Adapun perusahaan yang melaksanakan proyek tersebut disebut telah mengantongi izin lengkap terkait pengerjaan reklamasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Diduga Mangkrak Karena Korupsi, Jembatan Megah di Kalimantan Timur Ini Dilanjutkan Usai Rugikan Rp2,67 M

Warga pesisir Bandar Lampung mengeluhkan sulitnya mencari jalur layar dan melabuhkan perahunya.

Sebab, jalur laut yang biasa dilalui oleh nelayan kini tertutup oleh adanya pengerukan tanah di wilayah proyek.

Selain sulitnya menemukan jalur laut, nelayan pesisir Bandar Lampung pun mengalami kemerosotan penghasilan.

Baca Juga: Telan Rp12,5 Triliun! Proyek LRT Sumatera Selatan Disebut Gagal Pasca ASEAN Games 2018, Kondisinya Saat Ini…

Keluhan warga soal pengerjaan proyek reklamasi di pesisir Bandar Lampung juga pernah dialami pada tahun 2015.

Pada saat itu, pendapatan harian yang mampu diraih para nelayan yang semula Rp300 ribu menurun drastis menjadi Rp70 ribu per hari.

Kondisi tersebut mendorong para nelayan pesisir Bandar Lampung untuk melaut lebih jauh dari biasanya.

Adapun pihak pembangun proyek reklamasi pun telah berkomunikasi dengan warga terkait keluhan tersebut.

Berdasarkan pertemuan tersebut kesepakatan yang dihasilkan, akan ada uang kompensasi guna menyejahterakan masyarakat terdampak proyek reklamasi ini.

Kemudian, proyek reklamasi di pesisir Bandar Lampung itu pun ditutup pada tahun 2017.

Proyek reklamasi kembali diwujudkan pada tahun 2023 dengan tujuan penataan wilayah pantai.

Meski proyek reklamasi diketahui telah mengantongi dokumen lengkap perizinan, diharapkan pendekatan kepada masyarakat sekitar pun juga turut diperhatikan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]