Pengertian Sujud Tilawah, Bacaan, dan Tata Cara Melaksanakannya Menurut Ustadz Khalid Basalamah

InNalar.com – Kali ini Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan tentang sujud tilawah.

Penjelasan tentang sujud tilawah dari Ustadz Khalid Basalamah ini bisa mencerahkan banyak orang.

Sujud Tilawah dilaksanakan apabila kita mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah yang terdapat dalam al-Qur’an.

Sujud tilawah ini hukumnya sunnah, seperti yang tertera dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

“Diriwayatkan dari Umar ra., ia berkata: Hai sekalian manusia, kita tidak diperintah untuk bersujud, barangsiapa yang bersujud ia mendapat pahala, dan barangsiapa yang tidak bersujud ia tidak berdosa.” (HR. al-Bukhari).

Walaupun sunnah, akan tetapi sujud tilawah ini sangat Nabi Muhammad SAW anjurkan.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah R.a beliau bersabda:

“Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah syaithan dengan menangis berkata: Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah)

Sujud tilawah ini dapat dikerjakan apabila mendengar bacaan ayat sajadah, dalam keadaan sholat maupun diluar sholat.

Jika dalam keadaan sholat berjamaah apabila imam melakukan sujud tilawah maka makmum harus mengikutinya.

Akan tetapi apabila imam tidak mengerjakannya maka makmum pun juga tidak perlu mengerjakannya.

Seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW:

“Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam ra., sesungguhnya seorang anak membaca ayat sajdah di samping Nabi saw, ia tunggu Nabi saw sujud, tapi beliau tidak sujud, anak itu berkata: Ya Rasulullah, bukankah pada (waktu membaca) ayat sajdah ini ada sujud? Nabi saw bersabda: Benar, tetapi engkau menjadi imam kami padanya, dan kalau engkau sujud kami pun sujud.” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Adapun bacaan sujud sahwi adalah sebagai berikut:

“Sajada wajhii lil-ladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu wa bi haulihi wa quwwatihi”

Yang artinya:

“Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

Adapun tata cara melakukan sujud tilawah adalah sebagai berikut

1. Takbir

Apabila dalam keadaan sholat maka imam atau seseorang yang sholat sendirian, langsung melakukan takbir lalu bersujud.

Adapun ketika ingin melakukan sujud tilawah diluar sholat, dan dia berhadats kecil. Maka diperbolehkan untuk tidak berwudhu terlebih dahulu.

2. Melakukan sujud

Sujud tilawah sama seperti sujud yang lainnya, dan dilakukan dengan khusyuk sambil melafalakan bacaan-bacaan sujud tilawah.

WaAllahu A’lam.  ***

 

Rekomendasi