Pengertian Stunting yang Sering Dialami Anak Balita, Ada 7 Faktor Penyebab dan Berikut Cara Mengatasinya

inNalar.com – Menurut WHO (World Health Organization) Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada masa pertumbuhan anak yang diakibatkan kekurangan gizi yang kronis.

Kondisi Stunting ini ditandai dengan, tinggi badan anak yang terhambat dan lebih rendah dari anak seusianya, kebanyakan masyarakat menganggap jika masalah pertumbuhan anak merupakan bagian dari garis keturunan.

Fakta sebenarnya faktor keturunan atau genetika ini memiliki persentase yang kecil dalam kondisi kesehatan seseorang. Faktor terbesarnya yaitu ada pada pelayanan Kesehatan dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Jarang disadari, Ternyata ini Sebab Hati Tak Tenang Menurut Gus Baha: Kuncinya Cuma Ini

Stunting biasa terjadi pada anak-anak di masa mereka memasuki usiau dua tahun. Stunting juga memilki gejala yang dapat dikenali diantaranya:

– Pertumbuhan gigi dan tubuh yang terlambat
– Berat badan yang lebih ringan dibanding anak seusianya
– Mengalami konsentrasi belajar yang buruk
– Mudah terkena penyakit

Karena stunting adalah kondisi kesehatan yang berbahaya, penting untuk memahami penyebabnya. Dengan cara ini, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan untuk menghindarinya.

Baca Juga: Pasang Tarif Rp 0, Pintu Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4A di Jawa Timur Ini Hanya Dibuka Selama 2 Minggu?

Berikut beberapa faktor penyebab stunting yang perlu Anda waspadai:

1. Pola Makan
Pola makan yang tidak seimbang, seperti kekurangan sayur, buah, dan sumber protein, dapat menyebabkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal.

2. Perawatan yang Tidak Optimal Pasca Melahirkan
Setelah melahirkan, baik ibu maupun bayinya membutuhkan perawatan pasca melahirkan. Bayi baru lahir juga dianjurkan untuk menyusui langsung untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: Prabowo dan Erick Thohir Kompak Ramaikan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Amanat Nasional

Perawatan pasca melahirkan dinilai perlu untuk mendeteksi permasalahan yang mungkin dihadapi ibu dan bayi setelah melahirkan.

3. Pola Asuh yang Tidak Efektif
Pola asuh yang tidak efektif juga menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak. Di sini, pola asuh orang tua terkait dengan perilaku dan kebiasaan makan anak.

Jika orang tua tidak memberikan nutrisi yang baik, anak bisa mengalami keterlambatan perkembangan.

Selain itu, faktor ibu pada masa pubertas dan kehamilan, gizi buruk, pemberian ASI yang buruk juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan otak anak.

4. Faktor Sanitasi
Sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses terhadap air bersih meningkatkan risiko stunting pada anak.

Jika seorang anak tumbuh di lingkungan yang tidak memiliki sanitasi dan air bersih, maka dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Buruknya akses terhadap pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.

5. Infeksi yang Berulang
Penyakit menular berulang pada anak disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang tidak bekerja secara maksimal.

Ketika sistem kekebalan tubuh anak tidak berfungsi dengan baik, ia berisiko tinggi mengalami berbagai jenis masalah kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan.

Mengingat stunting merupakan penyakit yang cenderung menyerang anak-anak, maka menjaga kekebalan tubuh anak sangatlah penting agar terhindar dari infeksi.

6. ASI tidak Eksklusif
ASI memiliki profil nutrisi yang lengkap dan penting untuk tumbuh kembang yang optimal.

Terkadang, dalam beberapa kasus, asupan susu yang tidak mencukupi selama enam bulan pertama kehidupannya dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi.

7. Kurang Edukasi Terhadap Gizi Anak
Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang gizi yang baik, yang penting bagi tumbuh kembang anak, dapat menyebabkan pola makan yang tidak sehat dan tidak memadai. Kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak.

Bagaimana Cara Tepat Mencegah Stunting?

Mengetahui bahwa stunting merupakan kondisi kesehatan yang berisiko tinggi dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak saat dewasa, tentunya Anda harus mengenal berbagai upaya pencegahannya.

Pelajari tentang beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting. Tindakan pencegahan ini harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

1. Memahami Konsep Gizi
Pastikan asupan makanan Anda tercukupi setiap hari, terutama saat hamil. Memahami konsep nutrisi dan menerapkannya dalam pola asuh.

2. Pilih Berbagai Macam Pilihan Menu Makanan
Usahakan selalu memberikan variasi pilihan menu untuk anak. Jangan lupakan unsur nutrisinya, nutrisi yang dibutuhkannya setiap hari.

Selama dan setelah hamil, ibu juga sebaiknya memiliki pola makan yang baik dan seimbang agar terhindar dari stunting.

3. Pemeriksaan kesehatan berkala
Selama kehamilan sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan berat badannya sesuai dengan usia kehamilan.

Ibu hamil juga sebaiknya tidak mengalami anemia, anemia karena akan berdampak pada janin dalam kandungannya. Pemantauan tekanan darah dapat dilakukan selama pemeriksaan rutin.

4. Pentingnya Pemberian ASI
Air susu ibu (ASI) mengandung banyak nutrisi baik yang dapat menunjang tumbuh kembang bayi. ASI mengandung zat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga terlindungi dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk stunting.

5. Konsumsi Asam Folat
Asam folat berperan penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi Anda. Zat ini juga mampu menurunkan risiko gangguan kehamilan hingga 72%. Berkat suplementasi asam folat, disfungsi organ pada bayi saat hamil juga bisa dicegah.

6. Menjaga kebersihan
Infeksi berulang pada anak disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh secara maksimal.

Ketika sistem kekebalan tubuh anak tidak berfungsi dengan baik, ia berisiko tinggi mengalami berbagai jenis masalah kesehatan, termasuk stunting.

Mengingat stunting merupakan penyakit yang cenderung menyerang anak-anak, maka menjaga kekebalan tubuh anak sangatlah penting agar terhindar dari infeksi.***

 

 

 

Rekomendasi