

inNalar.com – Berikut ini pengertian tentang risiko finansial dalam investasi, dilengkapi dengan jenis-jenis dan contohnya.
Dalam sebuah investasi, tentu Anda akan menemukan istilah risiko finansial yang berdampak pada sebuah keuangan.
Adanya sebuah risiko finansial bukan menjadi penghalang untuk melakukan investasi dan menggandakan sebuah aset. Dengan catatan, sudah memahami betul apa pengertian, jenis dan contoh risiko finansial.
Sehingga Anda dapat meminalisir hal yang tidak diinginkan ketika melakukan investasi.
Oleh karena itu, berikut inNalar.com rangkum pengertian risiko finansial dalam sebuah investasi, beserta jenis dan contoh kasusnya.
Pengertian Risiko Finansial dalam Investasi
Risiko finansial sendiri merupakan bentuk sebuah risiko yang timbul, serta menimbulkan kerugian bagi finansial seseorang dalam sebuah aktifitas penanaman modal/saham.
Kerugian yang terjadi dari adanya risiko finansial bisa bermacam-maca, salah satunya seperti kehilangan aset berharga atau uang dalam jumlah besar.
Baca Juga: Gus Samsudin Dikabarkan Gila: Ngaku Syekh, Makan Sampah dan Arak Bangkai Tikus ke Seluruh Komplek
Dalam risiko finansial, ada yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini bisa saja terjadi pada siapa saja, tak hanya sebuah perusahaan. Lebih lanjut, risiko finansial itu ada banyak bentuknya, baik dari segi ekonomi bersifat mikro/makro. Dan perlu dipahami sejak dini sebelum melakukan investasi.
Jenis-Jenis Risiko Finansial
Setelah memahami apa itu risiko finansial adalah sebuah kerugian yang timbul dalam sebuah investasi dan berdampak terhadap keuangan, selanjutnya yuk pahami jenis-jenisnya di bawah ini.
Jenis risiko finansial dalam sebuah investasi dibagi menjadi 2, yakni sistematis dan non-sistematis.
Risiko sistematis adalah risiko finansial yang tak bisa diprediksi atau bahkan dihindari, hal ini bisa saja terjadi karena berbagai faktor.
Contohnya seperti iklim politik, pandemi dan hal-hal yang berdampak terhadap naiknya suku bungam, serta kenaikan volatilitas pasar.
Sedangkan, risiko non-sistematis merupakan risiko finansial yang terjadi karena adanya sebuah insiden. Seperti, sakit, kematian dan kerugian.
Fenomena risiko finansial ini dapat menimpa siapa saja, termasuk diri Anda sendiri. Hal ini pun tergolong dalam kategori “risiko finansial secara”.
Baca Juga: Kisah Cinta Geum Sae Rok dan Jung Ga Ram dalam The Interest of Love: Pendangan Cinta yang Berbeda
Sedikitnya ada 4 risiko yang didalamnya memuat pendapatan, pengeluaran, aset/investasi dan risiko kredit.
1. Risiko Pendapatan
Risiko pendapatan merupakan sebuah risiko yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memperoleh penghasilan. Misalnya, cacat fisik yang membuat dirinya dilarang bekerja, badai PHK dan kematian.
2. Risiko Pengeluaran
Risiko pengeluaran ini timbul saat kita menggunakan nilai uang dalam sebuah transaksi untuk memenuhi kebutuhan, namun pemasukan lebih kecil ketimbang pengeluaran.
Pengeluaran dalam jumlah besar ini biasanya terjadi dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan, kerusakan kendaran, renovasi rumah dan lain sebagainya.
3. Risiko Aset atau Investasi
Risiko finansial dalam bentuk aset atau investasi biasanya terjadi karena instrumen investasi atau aset yang dipunya mengalami sebuah kendala tak terduga.
Misalnya, aset dicuri, aset rusak, nilai aset depresiasi, dan seperti tabungan tidak mencukupi untuk melanjutkan investasi.
4. Risiko Kredit atau Hutang
Risiko kredit atau hutang terjadi seperti ketidakmampuan untuk membayar hutang, denda finansial, terjebak dalam hutang dengan suku bunga yang tinggi, dan lain sebagainya.
Contoh Risiko Finansial Berikut adalah beberapa contoh risiko finansial yang bisa saja terjadi pada seseorang. Kasus ini harus dijadikan perhatian, agar terhindar dari risiko finansial dalam kehiduapan Anda.
Baca Juga: Resep Masakan Nasi Goreng Hong Kong, Dijamin Rasanya Gurih, Enak Banget, dan Super Wangi!
– Kehilangan Aset
Contoh risiko finansial yang pertama adalah kehilangan aset. Hal ini bisa saja terjadi jika tidak melakukan pengelolaan keuangan dengan baik.
Besar kemungkinan aset yang dimiliki akan lenyap dan sangat susah untuk dikembalikan.
– Hutang Menumpuk
Selanjutnya, contoh risiko finansial lainnya adalah memiliki hutang yang menumpuk. Biasanya, peristiwa ini akan menimpa seseorang apabila tidak memiliki tabungan dan tidak segera mengatur pendapatan serta penghasilannya.
Sehingga mereka harus menggali dan menutup lubang untuk melunasi hutang-hutangnya.
Baca Juga: Lionel Messi Berhasil Memecahkan Rekor Sekaligus Memberikan Gelar Juara Untuk Argentina
– Badai PHK
Contoh risiko finansial selanjutnya, yakni badai PHK atau pemecatan sepihak. Di era 2023, PHK marak terjadi, banyak start-up yang melakukan pemecatan besar-besaran terhadap karyawannya.
Hal ini biasanya terjadi karena adanya ketidakstabilan keuangan perusahaan atau tempat Anda bekerja. Sehingga atasan memilih opsi pemecatan untuk menghemat budget pengeluaran.