

inNalar.com – Berbeda dengan pemanfaatan air ataupun uap, di Kabupaten Banyumas terdapat pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Baturraden.
PLTP sendiri merupakan satu sistem teknologi, dimana akan memanfaatkan energi panas bumi, dan mengubahnya menjadi energi listrik.
Adapun PLTP Baturraden yang ada di Banyumas tersebut memanfaatkan energi panas bumi dari lereng Gunung Slamet, yang kemudian diubah menjadi listrik.
Baca Juga: WFH Berlangsung, 50 Persen ASN DKI Jakarta Dirumahkan Selama 2 Bulan, Ada Potensi Lebih Ketat?
Sedangkan yang melakukan pengembangan pada proyek PLTP dari lereng gunung Slamet di Banyumas adalah PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE).
Proyek dari PLTP lereng Gunung Slamet di Jawa Tengah tersebut berada di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Sebagai tambahan, Proyek PLTP Baturraden merupakan salah satu dari bagian crash program 10.000 MW Tahap II, program pemerintah pusat.
Baca Juga: Capai Indonesia Emas 2045! Jadikan Tanah Air Sebagai Negara Maju, Apa yang Akan Berubah Nantinya?
Dengan memanfaatkan Energi panas bumi, yang adalah energi bersih dan ramah lingkungan, maka emisi CO2 yang dihasilkan PLTP cukuplah kecil.
Karena emisi CO2 PLTP hanya 1,5% dari PLTU, sedangkan PLTG adalah 2,7%.
Diyakini oleh pemerintah, jika pengembangan panas bumi seperti ini mampu memberikan multiplier effect bagi Pemerintah Daerah serta masyarakat sekitar.
Baca Juga: Harus Dilestarikan! Inilah 5 Alat Musik Tradisional Khas Kalimantan Utara, Nomor 1 Menyerupai Biola?
Multiflier effect yang dimaksud yaitu seperti peningkatan penerimaan daerah, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatnya sektor usaha mikro, dan lain-lain.
Dilansir Innalar.com dari banyumaskab.go.id, Estimasi dari biaya pengembangan keseluruhan PLTP Baturaden Banyumas mencapai USD 880 juta, atau USD 4 juta/MW.
Terdapat 3 tahap yang ditargetkan pada proyek PLTP Baturraden di Banyumas.
Tahap pertama, yaitu pada Produksi tahun 2017, ditargetkan mampu mencapai hingga sebesar 110 MW.
Sedangkan pada Tahap kedua di tahun 2019, akan ditargetkan menghasilkan 77 MW.
Terakhir, pada tahap ketiga tahun 2021, memiliki target sebesar 44 MW.
Meskipun begitu, Rencana pengembangan kapasitas PLTP Baturaden di Banyumas Jawa Tengah yang sebesar 220 MW ini ditargetkan Commercial Operation Date pada tahun 2022 dan 2024.
Informasi tambahan, Seperti yang dijelaskan di atas, energi panas bumi yang didapat adalah dari lereng gunung Slamet.
Agar dapat memperoleh tenaga panas bumi pada gunung Slamet, maka harus dilakukan penggalian yang berupa mengebor sumur produksi panas bumi dengan kedalaman 1.500 sampai 2.500 meter.***