

inNalar.com – Hilangnya koneksi telepon dan internet membuat Gaza mengalami pemadaman komunikasi.
Terputusnya koneksi di Jalur Gaza ini menciptakan tidak adanya informasi di tengah pemboman udara terberat yang dilakukan Israel.
Diketahui jika pengeboman yang dilakukan Israel memasuki fase baru perangnya terhadap Hamas pada hari Sabtu.
Baca Juga: Berjarak 107 Km dari Bandara Samarinda, Infrastruktur Bandar Udara ‘Istimewa’ di IKN Punya Luas…
Israel memperluas serangan daratnya setelah menutup hampir semua komunikasi di Jalur Gaza dengan meningkatnya pemboman dan tembakan artileri.
Pengeboman yang sangat dahsyat ini terdengar di Jalur Gaza, dan Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pasukan udara dan darat mereka telah mengintensifkan serangan mereka di Gaza.
Akses komunikasi di Jalur Gaza yang terputus ini, menyebabkan tim medis tidak dapat menerima instruksi sehingga mereka hanya berjalan ke arah ledakan menggunakan ambulans.
Seluruh tim paramedis dan lembaga bantuan berjuang untuk mengupayakan penyelamatan dan bantuan, serta membantu para keluarga yang mencari berita tentang kerabat mereka.
Pengeboman tersebut telah menghancurkan semua rute internasional yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar.
Kini setelah bom Israel memutus layanan seluler dan internet di Jalur Gaza, hanya segelintir orang Palestina yang memiliki kartu SIM internasional atau telepon satelit aktif yang dapat menyebarkan berita tersebut.
Sejumlah laporan yang muncul dari daerah tersebut dengan menggambarkan kekacauan dan penderitaan atas serangan darat yang dilakukan Israel.
Dilansir inNalar.com dari The Guardian, Penyedia telekomunikasi Palestina menyebut jika pemboman tersebut telah menyebabkan gangguan total pada layanan internet, seluler, dan telepon rumah.
Seluruh warga Palestina, kelompok bantuan, jurnalis dan organisasi masyarakat sipil mengatakan bahwa mereka kehilangan kontak dengan staf dan keluarga di Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, korban tewas warga Palestina melampaui 7.700 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Sementara di Tepi Barat yang diduduki, lebih dari 110 warga Palestina tewas dalam kekerasan dan serangan Israel.
Saat ini Jalur Gaza sudah dalam kegelapan setelah sebagian besar listrik padam dan bahan bakar untuk generator habis, 2,3 juta penduduk Gaza kini terisolasi dari dunia luar.
Ledakan akibat serangan udara terus-menerus menerangi langit Kota Gaza selama berjam-jam,
Namun terputusnya komunikasi menyebabkan jumlah korban akibat serangan dan rincian serangan darat tidak dapat diketahui dengan segera. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi