

inNalar.com – Pulau Mensemut tercatat sebagai salah satu pulau yang terancam tenggelam.
Bagaimana tidak, kawasan yang ada di Kepulauan Riau ini terus mengalami abrasi yang cukup parah sejak tahun 2020 lalu.
Belum lagi dengan pepohonan di sekeliling pulaunya yang tidak lama lagi akan ikut tumbang.
Baca Juga: 30 Km Dari Tasikmalaya, Desa Unik di Jawa Barat Ini Menolak Listrik dan Teknologi Modern
Pulau Mensemut sendiri masih dihuni oleh para penduduknya. Mereka lebih memilih bertahan untuk mencari penghasilan dan penghidupan.
Pulau kecil ini benar-bena terancam punah akibat gelombang laut yang terus menerus mengikisnya.
Daerah ini sendiri disebut-sebut akan hilang walaupun sekarang masih ada penduduk asli yang mendiaminya.
Baca Juga: Setelah Gempa di Tuban, Mendadak Muncul Fenomena Aneh Sungai Mendidih di Kota Batu, Pertanda Apa?
Adapun mata pencaharian utama dari mereka yakni sebagai seorang nelayan.
Lokasi pulaunya sendiri termasuk yang paling terluar karena di sekitarnya tidak ada lagi pulau-pulau kecil lainnya.
Apabila ditarik garis lurus dari Pulau Mensemut menuju arah timur maka akan bertemu dengan Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Dijaga 24 Jam, Sumatera Barat Ternyata Punya Jalur yang Dijuluki Jalan Ekstrem dan Tanjakan Maut
Kemudian tembus menuju Pulau Bangka Belitung apabila menuju arah selatan.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa ombak dan angin di sekitar pulau ini begitu deras dan kencang.
Pasalnya, sudah tidak ada lagi pulau lain di sekitar Pulau Mensemut.
Dilansir InNalar.com dari akun Youtube Kacong Explorer, masyarakat setempat sebenarnya telah dihimbau mengenai kawasannya yang tidak layak huni.
Hanya saja mereka tetap memilih untuk tinggal di pulau kecil yang terancam tenggelam ini.
Ternyata, penduduk aslinya sangat berat hati dalam meninggalkan tanah kelahiran tersebut.
Terlebih daerahnya terkenal dengan hasil laut yang melimpah. Ikan-ikan dan cumi-cumi bisa melompat sendiri ke atas sampan.
Hal seperti ini tentu menjadi kegembiraan dan keunikan tersendiri dimana para nelayan tidak perlu repot memancing dan mengambilnya.
Dengan kehidupan alam yang masih benar-benar terjaga mereka masih tetap betah untuk tinggal di Pulau Mersemut.
Ketika malam hari, listrik hanya akan dipasok mulai pukul 18.00 malam sampai dengan 21.000 malam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi