

inNalar.com – PT Bumi Resources Minerals (BRMS) mencatatkan prestasi cerah di sepanjang tahun 2023, baik dari segi pendapatan, operasional mau pun capaian produksinya.
Melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals berhasil menemukan simpanan emas baru di Blok Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.
Berkat temuan itu, sumber daya dan cadangan mineral perusahaan meningkat hingga 50 persen dari persediaan yang ada sebelumnya.
Baca Juga: Laba Bersihnya Turun Rp103,4 Miliar, Besaran Utang PT Suparma Tbk (SPMA) Semakin Membengkak
Sebelumnya, perusahaan hanya mencatatkan jumlah sumber daya mineral sebesar 28,4 juta ton bijih.
Namun usai temuan besar tersebut, simpanan komoditasnya meningkat hingga 42,7 juta ton bijih dengan kadar rata-rata emasnya mencapai 2,4 g/t.
Begitu pula dengan cadangan emasnya, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk juga mencatatkan kenaikan simpanan dari asetnya yang dikelola oleh anak usahanya.
Apabila mulanya cadangan emas tercatat sebesar 22,8 juta ton bijih, di tahun 2023 naik menjadi 31,5 juta ton bijih.
Komoditas yang dikelola oleh PT Citra Palu Minerals ini memiliki rata-rata kadar emas sebesar 2,4 g/t.
Didukung dengan beroperasinya pabrik emas baru di Palu, volume produksi emas BRMS per Januari – September 2023 ikut terkerek naik menjadi 16.437 oz.
Dengan begitu, perusahaan cukup optimis mematok target produksi di 2024, meningkat hingga 40 persen dari tahun sebelumnya.
Jadi tahun ini emiten penambang emas di Sulawesi Tengah ini menargetkan produksi yang bakal diraih sebesar 35 ribu oz.
Target tersebut naik dari tahun 2023 yang hanya membidik 25 ribu oz.
Kepercayaan diri ini rupanya didukung dengan catatan kenaikan pendapatan PT Bumi Resources Minerals Tbk per kuartal III tahun 2023.
Peningkatan cuan perusahaan melonjak hingga 293 persen dari yang sebelumnya USD 8,32 juta.
Pada tahun selanjutnya dalam periode akhir pembukuan, penerimaan BRMS terbang tinggi hingga 32,74 juta USD.
Melansir dari press release perusahaan, Agus Projosasmito selaku Direktur Utama BRMS mengungkap bahwa temuan ini tidak hanya mendongkrak kinerja keuangan perusahaan tahun 2023.
Namun didukung dengan adanya pabrik emas di Palu yang telah berfungsi dan temuan besar di tahun lalu dapat memperpanjang usia penambangannya.***