
inNalar.com – Timnas Indonesia mengakhiri laga kedua Grup B Piala AFF 2024 dengan hasil imbang melawan Laos.
Dengan hasil imbang ini membuat banyak komentar yang bermunculan dari pengamat hingga penggemar Squad Garuda. Salah satunya Coach Justin juga memberikan pendapatnya.
Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, mengkritisi kebiasaan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Menurutnya STY sering mengubah formasi pemain. Pada laga melawan Laos STY kemabali mencoba formasi baru yang dianggap kurang efektif.
Kebiasaan ini sering dilakukan bukan hanya di tim usia muda, namun kerap terjadi di tim senior Squad Garuda.
Dibandingkan pada laga pertama melawan Myanmar, STY melakukan 4 perubahan formasi pemain utama. Rafael Struick, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, dan Daffa Fasya menjadi starter.
Baca Juga: Uang 25 Gulden: Langka, Bersejarah, dan Bernilai Fantastis
Posisi kiper diisi oleh Daffa Fasya yang menggantikan Cahya Supriadi, sementara lini belakang diperkuat oleh trio Kadek Arel, Muhammad Ferrari, dan Kakang Rudianto.
Bermain di kandang sendiri dan memiliki dominasi terhadap Laos, justru Timnas Indonesia tampil kurang berkembang.
Sebaliknya, meski memiliki peringkat FIFA terendah di Grup B, Laos tampil dengan percaya diri dan permainan yang terorganisir.
Kesit menilai perubahan komposisi pemain, seperti mencadangkan Asnawi dan Dethan yang tampil baik di laga sebelumnya, justru menjadi bumerang bagi penampilan Squad Garuda.
Ia menilai komposisi di babak kedua saat melawan Myanmar harusnya digunakan sejak awal saat melawan Laos.
Dengan hasil imbang membuat posisi Indonesia di Grup B kurang mengntungkan. Kesit menekankan pentingnya perbaikan strategi di laga berikutnya.
Jika permainan tidak membaik maka Indonesia berpotensi kalah melawan Vietnam yang lebih konsisten dan dominan pada minggu 15 Desember.
Menurut kreator Tiktok @punditfavoritmu di videonya menyebutkan bahwa peruatan Marselino Ferdinan hingga mendapatkan kartu merah tidak perlu dilakukan.
Dia pun bingung terhadap apa maksud dibalik Marselino melakukan hal tersebut.
Dengan bermain 10 pemain membuat titik balik Indonesia sehingga laga berakhir imbang dengan skor 3-3.
Reaksi keras juga datang dari pengamat sepak bola lainnya, yaitu Coach Justin. Melalui media sosial pribadinya, ia menyatakab kekesalannya.
Coach Justin menyebutkan bahwa ia kesal bukan karena hasil imbang atau kartu merah Marselini, tetapi pada permainan Timnas Indonesia yang dinilai tidak jelas.
Sama dengan Kesit Budi Handoyo, Coach Justin juga berharap akan adanya perbaikan yang dignifikan pada laga berikutnya melawan Vietnam.***