Penampakan Gelembung Misterius Berukuran 10.000 Kali dari Galaksi Bima Sakti: Peninggalan Big Bang?

inNalar.com – Sebuah misterius yang mempunyai ukuran hampir mencapai 1 miliar tahun cahaya ditemukan oleh para astronom.

Membolehkan perkiraan tersebut diperkirakan merupakan peninggalan dari Big Bang.

Pemancar tersebut terdiri dari kelompok galaksi yang menyatu di sekitar ruang berbentuk bola raksasa dan berada di 820 juta tahun cahaya dari Bima Sakti.

Baca Juga: Studi: Terlalu Lama Menjomblo Buat Seseorang Berpikiran ‘Nyeleneh’ Ketimbang Orang Normal, Benarkah?

Membujuk ini diberi nama Ho’oleilana, yang terinspirasi dari sebuah lagu yang diciptakan oleh Hawaii, Kumulipo.

Struktur masif berupa Ho’oleilana ini diperkirakan terlihat di alam semesta dari adanya riak-riak kecil di dalam bahan panas, padat dan sebagian besar yang ada pada waktu permulaan.

Para peneliti ini menemukan gelombang misterius tersebut dan mempublikasikan temuan mereka pada 5 September di The Astrophysical Journal .

Baca Juga: Ilmuwan Amerika Serikat Temukan Cara Melemahkan Nyamuk DBD, Strategi Jitu Sebelum Tertular

Dalam temuannya tersebut menjelaskan tentang adanya fenomena yang pernah dijelaskan pada tahun 1970 oleh kosmolog AS, Jim Peebles.

Dirinya mengungkap bahwa di alam semesta purba dulu berbentuk plasma, yang berupa plasma panas dengan adanya perputaran gravitasi dan radiasi.

Dari hal tersebutlah tercipta sebuah gelombang suara yang disebut Baryon Acoustic Oscillations (BAOs).

Baca Juga: Tak Punya Otak, Ubur-ubur Belajar dari Mata dan Tentakelnya, Ilmuwan: Mereka Belajar dengan…

Karena besaran Ho’oleilana lebih besar dari kebanyakan BAO, para peneliti tersebut mengatakan bahwa ini bisa menjadi sebuah tanda bahwa alam semesta berkembnag lebih cepat dari yang di perkirakan sebelumnya.

Sekitar 380 ribu tahun setelah Big Bang, proses tersebut terhenti saat alam semesta berubah menjadi dingin dan membekukan bentuk gelembung tersebut.

Gelembung-gelembung yang terbentuk kemudian menjadi besar seiring dengan perkembangan yang ada dalam alam semesta dan mempunyai kemiripan dengan sisa-sisa fosil lain setelah Big Bang.

Baca Juga: Ilmuwan China Temukan Mineral Bentuk Kristal Bulan Langka, Hanya Selebar Sehelai Rambut Namun Sekuat Nuklir

Menurut Standar Kosmologi, alam semesta ini mulai terbentuk setelah Big Bang, ketika kosmos yang masih berupa kumpulan plasma dan bergejolak lalu muncul hanya untuk saling memusnahkan ketika adanya sentuhan.

Dilansir inNalar.com dari laman situs livescience, para Astronom ini menemukan gelembung raksasa dengan ketidaksengajaan saat mereka sedang menyusun katalog 55.877 galaksi yang akan mereka petakan untuk dapat mengungkap jaraknya.

“Kami tidak mencarinya, dikarenakan ukuran yang sangat besar itulah menjadikan tumpah ke tepi sektor langit yang sedang kami analisis,” ungkap Brent Trully seorang Astronom di Universitas Hawai’i, Manoa.

Baca Juga: Benarkah Kucing Bisa Melihat Hal yang Tak Bisa Dilihat Manusia? Dokter Hewan Ini Ungkap Faktanya

Dari peta tersebut munculah sebuah gelembung selebar 1 miliar tahun cahaya yang dikelilingi oleh galaksi dan terhubung dengan filamen kosmik.

Untuk dapat mengetahui kebenaran hal ini para ilmuwan menyatakan akan melakukan pengamatan lebih detail dan mendalam terhadap gelembung raksasa tersebut.***

Rekomendasi