Pemerintah Kebut Pembangunan Tol IKN, Sisi Balikpapan Ditargetkan Bakal Rampung Akhir 2024

inNalar.com – Percepatan Pembangunan Tol IKN, Sisi Balikpapan Ditargetkan Bakal Rampung Akhir 2024

inNalar.com – Proses pembangunan di IKN terus berlanjut, salah satunya infrastruktur jalan tol IKN terus dikebut oleh pemeritnah.

Pembangunan dilakukan percepatan dan ditargetkan bakal selesai secara bertahap hingga Juni 2025, yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen.

Baca Juga: Kucuran Dananya Rp124 Triliun, Proyek Tol Ciranjang-Padalarang Sengaja Libatkan Swasta Agar Tak Bebani Negara?

Fokus utamanya adalah penyelesaian ruas tol yang berada di sisi Kota Balikpapan, yang ditargetkan rampung pada akhir 2024.

Sementara itu ruas tol di sisi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan ditargetkan selesai sekitar pertengahan 2025.

David E. Pasaribu selaku Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan di Balai Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan timur, menyatakan penyelesaian akan bertahap.

Baca Juga: Keruk Anggaran Rp14 Miliar, Revitalisasi Masjid Agung di Riau Bakal Legakan Daya Tampung hingga 10.000 Jamaah

Jalur menuju kearah IKN akan diselesaikan secara bertahap hingga sekitar pertengahan 2025. Prioritas saat ini adalah jalur Balikpapan.

Di sisi lain pembangunan juga dilakukan, yaitu ruas tol di Kabupaten PPU yang menghubungkan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dengan target selesai pada Juni 2025.

Progres pembangunan tol sisi Baikpapan terdiri dari dua seksi, dengan penyelesaian yang beragam, yaitu seksi 3 dan 5.

Baca Juga: Dulu Dicuri! 7 Wilayah Ini Balik Lagi ke Indonesia, Nomor 6 Jadi Konflik Antar Dua Negara Paling Sengit

Kedua Segmen dari seksi 3A, yaitu Karanjang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer dan KKT Kariangau-Sp. Tempadung sepanjang 7,347 kilometer.

Pembangunan tol seksi 3A diketahui sudah mulai digerakkan sejak tahun 2022. Adapun target selesai rencananya bakal beres pada akhir 2024.

Hutama-Adhi-Abipraya KSO, mengerjakan seksi 3A-1 dengan panjang 9,275 kilometer, dan telah mencapai progres 85,26 persen.

Baca Juga: Dulu Dicuri! 7 Wilayah Ini Balik Lagi ke Indonesia, Nomor 6 Jadi Konflik Antar Dua Negara Paling Sengit

Sedangkan Seksi 3A-2 yang dikerjakan oleh Adhi-Hutama-Nindya-Abipraya KSO, sepanjang 4,125 kilometer telah mencapai progres 28,30 persen.

Sementara untuk seksi 5 yang menghububgkan Sp. Tempadung-Jembatan Pulau Balang, dengan panjang 6,675 kilometer, dan progres telah mencapai 94,11 persen.

Di sisi Kabupaten PPU, pembangunan tol di seksi 6A Segmen ini berupa Riko-Rencana Outer Ring Road IKN. telah mencapai progres 38,67 persen, dengan panjang jalur 6,282 kilometer.

Baca Juga: Niat Ingin Lejitkan Ekonomi, AS Malah Jadi Ancaman Dunia Gegara Proyek Mahal Senilai USD 6 Miliar Ini

Segmen Rencana Outer Ring Road-Sp 3 ITCHI IKN atau segmen 6B, memiliki jarak 6,18 kilometer sudah mencapai progres 33,54 persen.

Walaupun ditargetkan Juni 2025, namun David menyatakan bahwa setidaknya satu sisi perkerasan yang dapat difungsikan.

Saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan seksi 6B dan 6C.

Basuki melaporkan bahwa seksi 6B Outer Ring Road-Sp. ICHI sepanjang 5,7 kilometer telah mencapai 41 persen.

Sementara dengan jalur sepanjang 5,6 kilometer seksi 6C Akses tol telah mencapai progres 77,35 persen.

Proyek tersebut akan dilengkapi denga infrastruktur penunjang berupa jembatan sepanjang 370 meter dan overpass.

PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tersebut dan berharap dapat memangkas waktu perjalanan.

Brantas Abipraya memberikan paket pekerjaan berupa konstruksi jembatan, jembatan layang, dan pemasangan box culvert di berbagai lokasi.

Penghijauan di seluruh tol IKN juga diperhatikan, untuk menjaga lingkungan dan mencegah erosi.

Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mampu memangkas waktu perjalanan dari dua jam hingga 30 menit saja.***

 

Rekomendasi