

inNalar.com – Kota Madya Sderot memerintahkan warganya untuk tetap terkunci di rumah mereka karena kekhawatiran akan insiden keamanan.
Dalam sebuah pengumuman, pemerintah kota Sderot menyatakan bahwa penduduk harus segera mengunci diri di rumah, mengunci pintu dan jendela, dan tidak membuka pintu untuk orang asing.
Pengumuman tersebut muncul ketika pasukan berusaha untuk membersihkan teroris Hamas dari wilayah Israel.
Mengingat teroris Hamas menyusup dari jalur Gaza selama dua hari terakhir untuk menyerang Israel.
Sebagai informasi, pejuang dari kelompok Islam Hamas menewaskan 700 warga Israel dan menculik puluhan lainnya ketika menyerang kota-kota Israel pada hari Sabtu.
Serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan ke wilayah Israel sejak serangan Mesir dan Suriah dalam perang Yom Kippur 50 tahun yang lalu.
Dalam penyerangan Hamas ke Israel tentunya Israel membalas serangan tersebut.
Israel membalas serangan Hamas dengan serangan udara di Gaza yang menghancurkan kantor Hamas dan kamp pelatihan.
Tak hanya itu, serangan tersebut menghancurkan rumah dan bangunan-bangunan lainnya di Gaza.
Kementerian kesehatan Palestina menyatakan 413 warga Palestina termasuk 78 anak-anak, tewas dan 2.300 orang terluka sejak Sabtu.
Menanggapi serangan tersebut, Hamas menembakkan lebih banyak tembakan ke Israel pada hari minggu.
Israel sendiri belum merilis jumlah resmi tetapi medianya menyatakan kurang lebih 700 orang tewas dalam serangan hari Sabtu.
Juru bicara militer Daniel Hagari menyebutkan bahwa serangan ini merupakan pembantaian terburuk warga sipil tak berdosa dalam sejarah Israel.
Tak hanya itu, beberapa orang Amerika tewas oleh penyerang Hamas, juru bicara Dewan kemanan Nasional Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat akan terus memantau situasi dengan cermat.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan dukungan penuh untuk rakyat Israel.
Bahkan pihak Amerika Serikat mulai memberikan amunisi baru kepada sekutu terdekat Washington di Meddle Easy.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi