

inNalar.com – Salah satu alternatif bagi Anda yang ingin menuju bandara dan tidak ingin terjebak macet adalah dengan menggunakan kereta api bandara.
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa kereta api bandara yang berada di lokasi yang berbeda-beda, salah satunya adalah KA Minangkabau Ekspress yang ada di Sumatera Barat.
Sesuai dengan namanya, KA ini merupakan salah satu metode transportasi yang dapat mengantarkan penggunanya menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Dilansir dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian, pembangunan dari trasnportasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2012 dan selesai pada tahun 2017.
Pengerjaan dari proyek ini dilakukan secara bertahap setelah pembebasan lahan selesai dilakukan oleh Pemprov Sumbar pada tahun 2012.
Kemudian, pada tahun 2012 hingga 2015, pengerjaan proyek berfokus ke pembangunan badan jalan dan pemasangan rel. Pada tahun 2015, proyek mencapai tahap pembangunan jembatan Stasiun Duku serta pekerjaan persinyalan.
Baca Juga: Prediksi Ranking BWF: Jonatan Christie Nyaris Salip Anthony Ginting, Bagas-Fikri Cetak Sejarah!
Pembangunan dari Kereta Api Minangkabau Ekspress ini terus berlanjut sampai pada akhirnya selesai di tahun 2017.
Sebagai informasi, jalur KA BIM ini membentang sepanjang kurang lebih 22,7 kilometer dari Stasiun Padang hingga Stasiun BIM.
Selain pembangunan jalur dan stasiun, KA BIM ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti loket dan ruang tunggu, peron dan toilet yang ramah bagi penyandang difabilitas, mushala, commercial area, ruang menyusui, sampai area parkir.
Dengan memiliki berbagai area pendukung yang ramah bagi seluruh pengguna, biaya yang dikeluarkan untuk membangun fasilitas ini tidaklah sedikit.
Dana pembiayaan dari Kereta Api Minangkabau Ekspress ini adalah sebesar kurang lebih 300 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Adapun jenis kereta api yang digunakan untuk KA Minangkabau Ekspress ini adalah trainset KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang diproduksi oleh produsen dalam negeri, PT INKA.
Dalam satu ragkaian kereta buatan PT INKA tersebut terdiri dari empat gerbong dan dapat mengangkut 348 penumpang.
Setelah pembangunannya selesai, KA BIM diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Mei 2018 dan mulai beroperasi pada tahun yang sama.
Kereta ini merupakan KA bandara ke-3 di Indonesia dan menghubungkan empat stasiun berbeda, yakni Stasiun BIM, Duku, Tabing, dan Padang.
Baca Juga: 4 Pemain Bulutangkis yang Cetak Sejarah di Ranking BWF, Ada Wakil Indonesia!
Adapun jawdal keberangkatannya dimulai pukul 06.30 WIB sampai 18.47 WIB dari Stasiun Padang – BIM dan 07.30 WIB – 20.30 WIB dari Stasiun BIM – Padang.
Tarif untuk dapat menggunakan trasnportasi ini pun sangatlah murah, yakni hanya Rp10.000 untuk KA BIM – Padang dan Rp5.000 untuk tiket Padang – Tabing, Padang – Duku, dan Duku – Tabing.***