Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru, Jadi Tulang Punggung Transportasi Darat Sumatera Barat – Riau?

InNalar.com – Pembangunan jalan tol penghubung Padang, Sumatera Barat ke Pekanbaru, Riau dianggap sebagai tulang punggung transportasi darat?

Rencana pembangunan jalan tol (Sicincin) Padang ke Pekanbaru. Jalan tol yang menjadi tulang punggung transportasi darat.

Infrastruktur transportasi darat ini menghubungkan jalan tol dari Padang ke Pekanbaru.

Baca Juga: Usianya 112 Tahun! Bendungan di Jawa Tengah Ini Dibangun Semasa Hindia Belanda, Pertama di Indonesia?

Pembangunan jalan tol tersebut hingga saat ini Oktober 2023 masih berlanjut.

Jalan tol yang berperan penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah terpencil, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jalan yang menghubungkan dua provinsi penting di Pulau Sumatera. Dengan adanya pembangunan jalan tol ini memberikan banyak manfaat bagi sekitar.

Baca Juga: Gandeng Cina, Jalan Tol Senilai Rp9,9 Triliun di Kalimantan Timur Ini Sempat Diblokir Warga, Kok Bisa?

Pertama, meningkatkan mobilitas penduduk, dengan adanya jalan tol padang-Pekanbaru ini memudahkan akses berkendara dari Padang Sumatera Barat ke Pekanbaru Riau.

Memungkinkan bagi seseorang yang melakukan perjalanan dapat bepergian dengan lancar, mengurangi waktu perjalanan, serta memperbaiki konektivitas antar-kota dan kabupaten.

Pembangunan jalan tol ini dapat menumbuhkan pergerakan ekonomi yang lebih pesat, karena membuka peluang baru bagi industri dan bisnis.

Baca Juga: Genangannya 75 ha, Waduk Tertua di Batam Kepri ini Masih Beroperasi dan Miliki Bentang Alam Bak Danau Buatan

Tidak hanya itu saja, hal iini juga memudahkan perusahaan untuk mengirimkan barang dan juga menciptakan lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan aktivitas ekonomi.

Berpotensi peningkatan pariwisata. Dengan dibangunnya jalan tol ini, para wisatawan diberi kemudakan untuk menuju ke destinasi wisata yang ada.

Misalnya di kedua provinsi ini (Padang-Pekanbaru) terdapat destinasi wisata, seperti Danau Toba, Pulau Sipura, serta Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Tidak hanya menguntungkan pihak destinasi wisata, pembangunan ini juga mampu mengembangkan perekonomian lokal.

Hingga saat ini, progres pembangunan jalan tol mulai dari tahap perencanaan sudah matang karena telah memenuhi persyaratan lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap alam.

Pengerjaan pembangunan tol ini tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya.

Jika nantinya sudah selesai, pengendara yang melewati jalan tol ini akan dimanjakan dengan pemandangan alam Sumatera.

Selanjutnya, pada tahap konstruksi ini membutuhkan investasi besar dalam bentuk infrastruktur dan sumber daya manusia. Jelasnya proyek ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Pembangunan ini juga meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, mengurangi biaya logistik atau biaya logistis yang mengalami penurunan karena pengiriman barang menjadi efisien.

Adanya pembangunan jalan tol ini, membawa dampak postif bagi dua provinsi khususnya Sumatera Barat dan Riau.

Serta diharapkan dapat menjadi motor penggerak perkembangan wilayah Padang, Sumatera Barat dan Pekanbaru, Riau.***

 

Rekomendasi